Selasa, 22 September 2015

Debat Calon Bupati Trenggalek Berlangsung Seru

Beritatrenggalek.com - Debat publik calon bupati dan wakil bupati Trenggalek, Jawa Timur yang digelar KPU setempat di Balai Benih Ikan milik Dinas Perikanan dan Kelautan setempat, berlangsung seru, Minggu (20/9).

Debat publik calon bupati dan wakil bupati Trenggalek bertema "Relevansi Visi-Misi Calon dengan Problematika Trenggalek serta Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah".

Yel-yel dukungan berulang kali terdengar dari penonton setiap kali para kandidat menyampaikan pandangan maupun memaparkan visi-misinya. Debat semakin menarik saat kedua kubu yang saling bersaing saling "menyerang" visi-misi lawan politiknya, baik secara langsung maupun melalui sentilan bernada seloroh maupun pujian.

Di akhir debat, moderator sempat menanyakan pada kedua pasangan calon bila pada akhirnya tidak terpilih sebagai bupati dan wakil bupati Trenggalek dalam lima tahun mendatang, apa yang akan di lakukan?.

Mendengar pertanyaan tersebut, pasangan Kholik-Handoko mengatakan, pihaknya akan akan menghormati kepada yang menang dan tetap mendukung jalannya roda pemerintahan.

Sementara pasangan Emil-Arifin menyatakan, tidak mempermasalahkan hal tersebut. ''Bila saya tidak terpilih mungkin saya akan kembali pada tempat dimana tenaga saya di butuhkan. Bisa jadi mungkin saya akan melanjutkan penelitian saya ke negara Inggris atau kembali mengajar di negara Amerika,'' ujar Emil.

Dikutip dari antarajatim.com, Ketua KPU Trenggalek, Suripto mengatakan KPU sengaja tidak menghadirkan panelis dalam debat publik ini agar para kandidat bisa saling mengkritisi ataupun adu visi-misi.

Ia menjelaskan, debat publik merupakan salah satu tahapan pilkada yang harus dilalui oleh masing-masing calon.

Melalui forum debat publik yang mengeksplorasi visi-misi masing-masing kandidat, diharapkan kedua kubu yang terdaftar sebagai pasangan calon Bupati/Wakil Bupati Trenggalek bisa menjelaskan rumusan konsep pembangunan yang ditawarkan dengan menyesuaikan aneka persoalan dan dinamika sosial, politik, ekonomi, hankam, maupun kebudayaan yang ada di daerah tersebut.

Oleh karenanya, lanjut dia, diharapkan konsep pembangunan yang dirangkum dalam visi-misi harus senafas dengan rencana pembangunan jangka panjang (RPJP) yang telah disusun pemerintah daerah.

"Rencananya, tahap debat publik seperti ini akan dilakukan tiga kali dengan tema beragam. Kami berharap melalui forum debat publik seperti ini bisa membantu masyarakat pemilih untuk mengukur kapasitas calon, serta menilai visi-misinya sebagai referensi rasional dalam memilih saat pilkada 9 Desember (2015) mendatang," ujarnya.

Dikonfirmasi terpisah, Calon Bupati Kholiq maupun Emil Elestianto Dardak mengaku cukup puas dengan pelaksanaan acara debat publik yang digelar KPU.

Melalui forum tersebut, Kholiq mengaku sudah menyampaikan konsep kerja yang ditawarkan kepada masyarakat dimana ia lebih mengedepankan soal pembangunan akhlak, kesehatan masyarakat sebagai program layanan dasar, pendidikan serta pendidikan.

Sementara Emil tak hanya bicara soal pembangunan kualitas SDM, kesehatan dan pendidikan sebagai program layanan dasar, tetapi juga memperluas wawasan dengan bicara soal pengembangan perekonomian, budaya, dan sektor pariwisata dalam konteks kawasan lintasdaerah bersama kabupaten/kota di sekitar Trenggalek.

Sesuai jadwal, Pilkada Trenggalek digelar serentak bersama 18 kabupaten/kota se-Jatim atau 265 kabupaten/kota se-Indonesia pada 9 Desember 2015.

Advertiser