Rabu, 21 Januari 2015

Tangkapan Ikan Turun, Dua Nelayan Trenggalek Nekat Edarkan Pil Koplo

Beritatrenggalek.com - Empat bulan tangkapan ikan turun drastis, dua nelayan asal Desa Karanggandu, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur nekat menjual psikotropika jenis pil koplo. Akibatnya keduanya ditangkap polisi setempat.

Kedua nelayan yang masih remaja itu masing-masing adalah Dodi Erdianto dan Doni Trinurcahyo Nur. Seperti dikutip dari antarajatim.com, keduanya ditangkap saat bertransaksi dengan konsumennya di sekitar Pantai Cengkrong.

Dari tangan keduanya, polisi berhasil menyita satu bungkus psikotropika berisi 665 butir dobel L, uang tunai, dan ponsel yang digunakan untuk bertransaksi.

Belum diketahui asal-usul ratusan psikotropika tersebut diperoleh. Polisi sampai saat ini masih terus berupaya mengembangkan penyelidikan dengan mengusut jaringan narkoba yang digunakan Dodi dan Doni.

"Yang pasti keduanya kami identifikasi sebagai tersangka. Mengenai jaringan mereka, masih diselidiki," " kata Kasubbag Humas Polres Trenggalek, AKP Siti Munawaroh di Trenggalek, Selasa (20/1).

Di hadapan penyidik, tersangka Dodi mengaku telah empat bulan terlibat dalam jaringan edar psikotropika di wilayah pesisir selatan Watulimo.

Ia mendapatkan pil koplo atau dobel L tersebut dari salah satu rekannnya dengan harga Rp300 ribu per seribu butir, dan kemudian dia jual lagi dalam kemasan kecil berisi 11 butir dengan harga Rp10 ribu per-paket.

Dodi mengaku meraup untung rata-rata sebesar Rp600 ribu untuk setiap kali putaran dengan jumlah psikotropika sebanyak seribu butir tadi. "Kami terpaksa berjualan ini karena empat bulan terakhir tangkapan ikan turun drastis," kilahnya.

Selain dijual, Dodi dan Doni mengaku psikotropika tersebut sebagian juga mereka konsumsi sendiri.

Dodi dan Doni kini mendekam di sel tahanan Polres Trenggalek dan diancam pasal berlapis dalam Undang-undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang kesehatan, dengan ancaman hukuman maksimal 11 tahun penjara.

Advertiser