Sabtu, 11 Oktober 2014

Jembatan Cengkrong Pacu Ekonomi Daerah

Beritatrenggalek.com - Jembatan Cengkrong di Jalur Lintas Selatan (JLS) yang berlokasi di Desa Karanggandu, Kecamatan Watulimo, Trenggalek saat ini sudah difungsikan. Jembatan yang pembangunannya menelan dana APBN Rp 64 miliar sudah difungsikan sejak satu bulan lalu.

’’Jembatan itu memang difungsikan sejak sebulan lalu, namun masih ada kekurangan,’’ terang Sudar, salah seorang warga setempat, dikutip jawapos.com, Jumat (10/10).

Kawasan di sekitar jembatan yang membelah sungai itu perlu penerangan jalan sampai radius 500 meter. Jika fasilitas penerangan jalan sudah terpasang, warga sangat terbantu ketika melintasi jembatan tersebut pada malam.

Jembatan di atas hutan bakau (mangrove) Pancer itu membuat jarak tempuh antara Kecamatan Watulimo dan Kecamatan Munjungan menjadi lebih dekat.

Sudar menambahkan, sejak jembatan itu difungsikan, hasil-hasil perkebunan dan perikanan dari Kecamatan Munjungan meningkat. "Mungkin karena aksesnya lebih mudah sehingga warga Munjungan tertarik untuk melintasi jembatan itu guna memasarkan produk mereka ke daerah lain," tuturnya.

Dia optimistis keberadaan jembatan itu membantu meningkatkan perekonomian warga. Apalagi, ada potensi wisata di kawasan sekitar jembatan, misalnya Pantai Prigi dan Pantai Karanggongso.

Sementara itu, Kabaghumas Pemkab Trenggalek Yuli Priyanto mengungkapkan, pemkab tidak mempunyai kewenangan yang signifikan terkait dengan pembangunan jembatan tersebut. Pemkab hanya berperan dalam pembebasan lahan.

"Soal pelaksanaan pembangunan jembatan itu, Pemprov Jatim dan pemerintah pusat yang menangani sepenuhnya," katanya.

Meski demikian, mantan lurah Kelutan itu menyatakan bahwa keberadaan jembatan tersebut sangat membantu. JLS merupakan program nasional yang diharapkan dapat berdampak terhadap peningkatan perekonomian daerah sekitar.

"Arus hilir mudik kendaraan akan membuka peluang bagi dunia usaha dan pariwisata,’’ jelasnya.

Advertiser