Minggu, 07 September 2014

Tabrak Pengendara Motor, Bus Pelita Indah Dirusak Massa

Beritatrenggalek.com - Bus Pelita Indah jurusan Trenggalek-Surabaya dirusak oleh puluhan massa, setelah menabrak pengendara sepeda motor di Desa Rembang, Kecamatan Ngadiluwih Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Sabtu (06/9/2014) malam.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun pengendara motor, Salamah dan Sunarti, warga Desa Karanganyar, Kecamatan Ngadiluwih mengalami luka. Kedua korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Baptis Kota Kediri.

Menurut keterangan saksi, Bus melaju dari Kota Surabaya menuju ke Kabupaten Trenggalek. Di depan bus, terdapat sepeda motor Honda Supra yang dinaiki Salamah yang berboncengan dengan Sunarti, keponakannya. Saat korban hendak berbelok ke kanan, tiba-tiba ditabrak oleh bus dari arah belakang.

Kedua korban langsung tersungkur ke aspal. Sementara bus yang berusaha menepi, langsung dirusak oleh puluhan massa. Warga membawa korban ke Rumah Sakit Baptis, sementara kasus kecelakaan itu dilaporkan ke Polsek Ngadiluwih.

"Saya hendak berbelok ke kanan, tapi nunggu kendaraan dari depan lewat. Tiba-tiba ada bus dari belakang menabrak. Saya hanya luka di kaki, tetapi keponakan saya yang agak parah," ujar Salamah, seperti dikutip mari beritajatim.com.

Akibat amuk massa, bus Pelita Indah dengah nomor polisi AG 7163 UY mengalami rusak bagian depan. Muhadi, sopir bus berhasil melarikan diri ke Polsek Ngadiluwih.

"Saya lari kemudian gandol bus Pelita Indah dari utara menuju ke Polsek Ngadiluwih. Penumpang saya serahkan pada kondektur supaya diurus," ujar Muhadi di Polsek Ngadiluwih.

Bus membawa sebanyak 20 orang penumpang melaju dengan kecepatan sekitar 30 kilometer per jam. Sopir terkejut, saat mengetahui sepeda motor korban belok mendadak. Sopir tidak sanggup mengerem, hingga terjadi kecelakaan.

Aksi perusakan terhadap bus dilakukan oleh warga setempat, karena di lokasi kejadian kerap terjadi insiden kecelakaan yang melibatkan bus. Sementara faktor pemicu setiap kali terjadinya kecelakaan, karena jalur lurus, tapi tanpa penerangan, serta aksi ugal-ugalan sopir bus.

Advertiser