Senin, 01 September 2014

Sopir MPU Trenggalek Mogok Massal, Ribuan Penumpang Terlantar

Beritatrenggalek.com - Puluhan sopir angkutan MPU Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur sejak Senin pagi melakukan aksi mogok massal, sebagai bentuk protes atas beroperasinya belasan travel ilegal (berpelat hitam).

Para awak MPU ini sama sekali tidak mengoperasikan armadanya sejak pagi tadi dan hanya memarkir di sepanjang ruas jalan utama kota Kecamatan Panggul, hingga siang hari.

Kapolsek Panggul, AKP Wajib, Senin, mengatakan ada lebih dari 80 angkutan umum yang terlibat aksi mogok massal. "Tapi ini tadi sudah ada titik temu setelah masing-masing pihak dipertemukan di kantor kecamatan (Panggul)," katanya, seperti dikutip dari antarajatim.com.

Akibat aksi mogok ini banyak calon penumpang yang keleleran di sekitar terminal-terminal kecil di sepanjang jalur Panggul-Trenggalek, maupun sebaliknya.

Namun, Wajib saat dikonfirmasi sekitar pukul 14.15 WIB, menyatakan aksi mogok telah selesai. "Para sopir MPU sepakat untuk beroperasi lagi. Ini rapat antara perwakilan sopir MPU dengan pengusaha travel yang tidak berizin barusaja selesai. Keputusannya, travel berplat hitam tidak boleh lagi mengangkut penumpang," jelasnya.

Eko, salah seorang warga Trenggalek mengatakan para sopir yang tergabung dalam Organda Panggul-Trenggalek melakukan aksi mogok, karena beroperasinya travel gelap (ilegal/tidak memiliki izin trayek) dianggap merugikan angkutan resmi yang ada. "Puncak kekesalan para sopir MPU terjadi saat terjadi kelangkaan BBM (bahan bakar minyak) bersubsidi, beberapa hari terakhir. Sudah solar susah, penumpang di jalur Panggul-Trenggalek banyak yang diangkut travel-travel gelap," terang Eko.

Terlepas dari kesepakatan yang telah tercapai antara awak MPU dengan pengusaha travel ilegal, aksi mogok yang terlanjur berlangsung sejak pagi hingga menjelang sore telah menyebabkan ratusan penumpang kecewa.

Tidak hanya penumpang umum, ratusan atau bahkan ribuan siswa yang biasanya menumpang angkutan umum untuk bisa sampai ke sekolahnya terpaksa jalan kaki atau bahkan balik ke rumah masing-masing.

Pemandangannya lebih parah terlihat di pertigaan Jarakan, Kota Trenggalek, dimana banyak calon penumpang MPU yang rumahnya di daerah (Kecamatan) Tugu, Karangan, Suruh, Pule, Dongko dan khususnya Munjungan yang keleleran tidak tersangkut hingga sore.

Foto: ilustrasi

Advertiser