Selasa, 09 September 2014

Ribuan Warga Ikut Lepas 287 Calon Haji Trenggalek

Beritatrenggalek.com - Ribuan warga memadati area pintu gerbang Pendopo Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur untuk menyaksikan langsung prosesi pelepasan 287 calon haji (calhaj) setempat menuju asrama Haji Sukolilo, Surabaya, Selasa (9/9).

Mereka adalah para sanak-kerabat calhaj yang menunggu prosesi keberangkatan secara resmi dilepas oleh Wakil Bupati Trenggalek, Kholik, sekitar pukul 10.00 WIB. "Kehadiran mereka (warga/kerabat famili) menjadi semangat bagi kami untuk menunaikan ibadah suci secara lebih khusuk. Bukan justru membuat kita menjadi 'riya'," kata Fatchullah, pengasuh salah satu pondok pesantren di Kecamatan Pogalan, Trenggalek, seperti dikutip dari antarajatim.com.

Prosesi pelepasan 287 calhaj Trenggalek yang masuk kelompok terbang (kloter) 20 tersebut, secara umum berlangsung lancar. Enam bus pariwisata kelas eksekutif yang mengangkut para jamaah tercatat berangkat pada pukul 10.00 WIB dan diperkirakan tiba di Asrama Haji Sukolila, Surabaya sekitar pukul 14.30 WIB.

"Kami berpesan kepada para jamaah agar menunaikan rukun haji secara benar, dan tentu saja menjaga kesehatan masing-masing. Berangkat sehat, pulang pun harus tetap sehat," kata Wabup Kholik, usai memimpin prosesi pelepasan 287 calhaj asal daerah tersebut.

Jumlah calhaj asal Trenggalek menurut data di Kantor Kementerian Agama setempat tercatat sebanyak 287 orang. Jumlah itu sudah termasuk dua calhaj yang mutasi keberangkatan dari Probolinggo dan Tulungagung, karena asal kedekatan dengan pihak keluarga masing-masing.

"Sedangkan calhaj dari Trenggalek yang telah melunasi pembayaran dan mutasi keberangkatan ada sebanyak 13 orang," tutur Kasi Haji Kantor Kementrian Agama Trenggalek, Fauzy Abdullah, Selasa.

Ia merinci, dari 13 calhaj yang mutasi keberangkatan dimaksud masing-masing lima orang pindah ke Kabupaten Tulungagung, empat ke Blitar, dan sisanya ke Kediri. "Secara administratif semua sudah beres. Dua calhaj yang mutasi ke Trenggalek juga sudah tidak ada masalah," tandasnya.

Fauzy memastikan, keseluruhan calhaj asal Trenggalek dalam kondisi baik. Panitia penyelenggara juga telah melakukan serangkaian pemeriksaan maupun rekap medik atas kondisi kesehatan para jamaah yang dijadwalkan berangkat akhir pekan ini.

Fauzy juga mengimbau agar para calon haji mewaspadai penularan virus MERS (Middle East respiratory syndrome) dan Ebola selama menunaikan ibadah haji di Tanah Suci Makkah. "Jamaah harus aktif melakukan kontrol kesehatan supaya pengawasan dari petugas juga lebih baik," katanya.

Fauzy mengatakan pihaknya lebih mengkhawatirkan penularan virus MERS ketimbang ebola. Alasannya, virus yang menyebabkan terjadinya peradangan akut pada bagian saluran pernafasan tersebut sampai saat ini masih menjadi endemi di negara-negara Timur-Tengah, termasuk Arab Saudi.

"Ebola juga menjadi atensi kami, tapi MERS memang paling yang kami antisipasi karena jamaah kita masuk ke wilayah endemik," ujarnya.

Selain menyediakan sejumlah tenaga medis di masing-masing kloter, lanjut Fauzy, rencananya sepulang dari Tanah Suci para jamaah juga akan melakukan serangkaian pemeriksaan kesehatan . "Imunisasi kami berikan untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh para jamaah, khususnya dari (penularan) virus MERS," tandasnya.

Ia memastikan setiap calhaj bakal mendapat pengawasan melekat dari tim medis yang ikut serta dalam rombongan jamaah. "Perlakuan terhadap setiap jamaah tentu tidak sama karena mungkin hasil pemeriksaan kesehatan sebelum berangkat, kondisi masing-masing calhaj berbeda-beda," kata Fauzy.

Advertiser