Kamis, 11 September 2014

Jadi Bandar Double L, Pemuda asal Panggul Ditangkap

Beritatrenggalek.com - Imron Rosyidin (24), asal Desa Madatan Panggul Trenggalek diciduk petugas Reskrim Polsek Jambangan, Surabaya karena mengedarkan Double L kepada pengamen dan pelajar.

Seperti dikutip dari lensaindonesia, Imron ditangkap dengan empat pengedar pil koplo lainnya. Mereka adalah M Idrus (21) warga Jl Bebekan Pereng Sepanjang,  Hariyono (24) asal Desa Mlaten Plintahan Pandaan, Pasuruan, Samsul Fiktorianus (27) warga Bungurasih dan Ganesa Putra Agung Wicaksono (21) warga Jl Bungurasih Utara.

Penangkapan lima pengedar ini berawal dari razia rutin yang dilakukan petugas di kawasan Jl Rolak Gunungsari. Kapolsek Jambangan AKP Erwin Aras Genda mengatakan, awal terungkapnya kelima pengedar pil koplo merek Double L tersebut berkat peran masyarakat yang telah menginformasikan ke polisi, bahwa di wilayah hukum Polsek Jambangan sering terjadi transaksi obat-obatan terlarang di kalangan pengamen dan pelajar.

“Setelah kami mendapat informasi tersebut, kami tindaklanjuti dengan melakukan operasi rutin terhadap pengendara terutama roda dua dengan waktu yang selalu berubah. Akhirnya razia itu membuahkan hasil dan kami dapat mengamankan seorang tersangka yang membawa barang bukti 1050 butir pil koplo Double L,” terang AKP Erwin Aras Genda.

Penangkapan terhadap pengendara motor yang diduga pengedar pil koplo itu kemudian dikembangkan dan berhasil diringkus empat tersangka lainnya dengan barang bukti 2080 butir pil koplo merek Double L.

Dalam pemeriksaan penyidik Reskrim Polsek Jambangan, kelompok pengedar pil koplo Double L ini punya pangsa pasar pelajar dan pengamen jalanan. Harga yang ditawarkan cukup murah, yakni Rp 10 ribu untuk 10 butir.

Menurut AKP Erwin Aras Genda, tersangka Imron merupakan bandar yang menyediakan barang, sementara  empat rekannya bertugas sebagai pengedar pil koplo Double L sekaligus mencari pelanggan baru.

“Imron ini residivis dalam kasus yang sama. Sedangkan barang bukti yang kami amankan adalah 3130 pil koplo merek Double L. Mereka kami jerat dengan Pasal 197 UU RI no 36 tahun 2009 tentang kesehatan dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara,” tegasnya.

Advertiser