Senin, 01 September 2014

Dua Warga Pacitan Tewas Saat Menguras Sumur

Berita Pacitan - Berinisiatif menguras sumur gali yang terletak di tengah pemukiman, dua warga RT 01 RW 01 Ngrejo, Desa Kledung, Kecamatan Bandar, Pacitan tewas karena menghirup asap mesin diesel, Minggu (31/8) sore.

Kedua korban Sukatno (40) dan Tumidi (40), bersama 4 warga lain berinisiatif menguras sumur karena beberapa hari sebelumnya sumur kemasukan seekor tikus sehingga menimbulkan bau busuk.

Proses pengurasan sempat menemui kesulitan karena kedalaman sumur mencapai 20 meter lebih, Mereka pun lantas sepakat menggunakan mesin pompa air. Namun, mesin bukannya diletakkan di atas melainkan dibawa ke dasar sumur.

Awalnya, kegiatan tidak terjadi keganjilan apapun. Namun memasuki sepuluh menit pertama, korban Tukidi yang berada di dasar sungai merasakan sesak hingga pingsan. Mengetahui kejadian tersebut, korban Sukatno yang hendak keluar lubang sumur kembali turun. Tujuannya untuk menolong Tukidi.

Celakanya, sebelum sempat meraih tubuh Tukidi, Sukatno pun ikut menghirup gas karbon hingga terjatuh lunglai dan tewas.

Tentu saja, peristiwa tersebut menggemparkan warga sekitar yang lantas melaporkannya kepada aparat berwajib. Tak berselang lama, tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat datang bersama muspika TNI/Polri. Evakuasi dilakukan bersama warga sekitar.

Upaya mengangkat kedua jasad korban tidak berjalan mulus. Selain kedalaman sumur yang mencapai 20 meter, petugas juga lebih dahulu harus bekerja keras membersihkan lorong sumur dari gas beracun. Tim lantas memasang kipas angin untuk menyedot karbon dioksida keluar. "Dengan peralatan yang kita punya, akhirnya jenazah korban berhasil dievakuasi," kata Pujono, Kasi Kesiap Siagaan dan Logistik BPBD Pacitan, seperti dikutip dari detikcom.

Kondisi medan serta dalamnya lorong sumur, lanjut Pujono memang menjadi kendala utama evakuasi. Namun berkat kerjasama semua pihak serta dukungan masyarakat sekitar, upaya mengangkat jenazah korban tidak menelan waktu terlalu lama. Saat ini kedua jenazah sudah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan. "Begitu berhasil dievakuasi, (jenazah) langsung diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan," terang Pujono yang ikut memantau selama proses evakuasi.

Advertiser