Minggu, 31 Agustus 2014

Ribuan Warga Saksikan Kirab Pusaka HUT Trenggalek

Beritatrenggalek.com - Prosesi kirab pusaka memperingati hari ulang tahun (HUT) Kabupaten Trenggalek ke-820, disaksikan ribuan warga dari berbagai penjuru daerah. Mereka memadati jalur lingkar alun-alun setempat.

Kirab dimulai sekitar pukul 09.00 WIB, belasan putri berpakaian adat jawa yang dikawal oleh puluhan pria berpakaian pasukan kerajaan mengarak dua senjata pusaka berbentuk tombak, payung pusaka, serta panji-panji milik daerah setempat.

Mereka kemudian berjalan setengah memutar mengelilingi alun-alun kota yang telah dipenuhi masyarakat dan berhenti di halaman pendopo kabupaten untuk menyerahkan enam pusaka tersebut kepada Bupati Mulyadi selaku kepala daerah setempat.

Selain membawa enam benda pusaka, tampak pula sejumlah pria berpakaian serba hitam ala adat Jawa memanggul tandu bermuatan tumpeng raksasa yang berisi gunungan nasi kuning, lauk-pauk, serta aneka hasil bumi lainnya.

Keseluruhan makanan yang dikiaskan sebagai upeti bagi pemimpin kerajaan itu lalu menjadi bahan rebutan warga yang telah menunggu prosesi penyerahan pusaka berakhir.

"Kirab pusaka ini sekaligus menjadi puncak rangkaian acara dalam rangka memperingati hari jadi ke-820 Kabupaten Trenggalek," kata Bupati Trenggalek, Mulyadi WR dalam pidato sambutannya, seperti dikutip dari antarajatim.com.

"Prosesi adat ini rutin kami gelar setiap tahun sebagai refleksi atas peristiwa adat bertahun-tahun yang lalu. Kami berharap semangat Ki Ageng Menak Sopal dalam membangun Trenggalek di masa silam bisa terus dilanjutkan kini dan di masa mendatang," ujarnya.

Dikonfirmasi usai prosesi adat selesai, Mulyadi kembali menyinggung sejumlah program pembangunan berskala besar di daerahnya, seperti Bendungan Tugu, Bagong, serta pelabuhan barang di Kecamatan Watulimo.

Kendati sebagian masih tahap pengajuan/usulan ke pemerintah pusat, Mulyadi menyatakan optimistis serangkaian program nasional tersebut bisa terwujud di wilayahnya. "Kalau dua bendungan ini jadi, tentunya ketersediaan air baku untuk mengairi sawah-sawah di daerah ini bisa terpenuhi sepanjang tahun. Meningkatnya produksi pertanian dengan demikian akan mendorong pula peningkatan kesejahteraan masyarakat Trenggalek secara keseluruhan," ujarnya.

Selesai kirab pusaka, pada hari yang sama panitia peringatan hari jadi Kabupaten Trenggalek juga menggelar lomba panjat pinang dan pertunjukan wayang kulit dengan dalang Ki Enthus Susmono yang juga Bupati Tegal, Jawa Tengah.

Advertiser