Rabu, 09 Juli 2014

Tiga Pelaku Money Politic di Ponorogo Ditangkap Relawan Jokowi-JK

Ponorogo - Tiga pemuda yang diduga pelaku politik uang (money politic) ditangkap Relawan Capres Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) saat beraksi di Desa Turi, Kecamatan Jetis, Kabupaten Ponorogo,  Selasa (08/06) malam.

"Tiga pemuda tersebut adalah Ag, Gt, De, Di. Mereka sudah kita serahkan ke Panwaslu,” kata Koordinator Relawan Capres Jokowi-JK, Panjul, yang juga menjabat Ketua PAC PDIP Jetis ini, Selasa malam.

Panjul mengatakan, penangkapan tiga pelaku money politic tersebut berawal dari informasi dari warga yang mengatakan ada pembagian uang Rp 20 ribuan kepada masyarakat Desa Turi agar mencoblos Capres nomor urut 1, Prabowo-Hatta.

Seketika itu juga Panjul bersama beberapa relawan lantas mendatangi keberadaan para pelaku tersebut. “Minggu malam saya dapat informasi  ada ketua pemuda di sini yang membagikan uang Rp 20 ribuan kepada warga. Anehnya usai menjalankan tugasnya, mereka masih membicarakanya. Dari situlah saya datangi dan saya cecar pertanyaan, dan katanya yang menyuruh adalah seseorang yang dirahasiakan namanya,” terang warga RT 2/RW 3 Desa Turi ini.

Kata Punjul, para pemuda itu mengakui bahwa yang menyuruh bagi-bagi uang kepada 138 warga Desa Turi, adalah Mz, seorang ketua DPC salah satu partai di Kecamatan Jetis.

Atas temuannya itu Punjul dan relawan Jokowi-JK melaporkanya kepada Panwascam Jetis, malam  itu juga. Namun karena kurangnya bukti, sebab lembaran uang itu tidak dimasukkan ke dalam amplop yang ada atributnya, namun diberikan begitu saja, maka laporan itu diterima namun tetap minta disertakan barang bukti.

Karena tidak puas dengan jawaban ketua Panwascam Jetis, Wasijan, maka Punjul dan kawan-kawan mambawanya ke Panwaslu Kabupaten Ponorogo, Selasa (08/06/2014). “Jelas ini tertangkap tangan, buktinya ya uang Rp 20 ribu itu, kok katanya tidak ada bukti. Harusnya Panwas segera memanggil para pemuda ini, dan saya siap dicroscek,”imbuhnya.

Kedatangan Punjul berikut para relawan yang berasal dari PAC PDIP Jetis, Babadan, Ponorogo, Jenangan dan Sambit ini, sempat memunculkan ketegangan di Kantor Panwaskab. Pasalnya relawan mendesak hari itu juga agar Panwaskab menindaklanjuti karena besok sudah coblosan.

Diharapkan dengan penanganan secara cepat kasus itu, maka bisa menjadi efek jera bagi makelar money politic. “Saya mohon kepada Panwaskab agar segera diproses, sebab besok sudah coblosan. Biar memberi efek jera kepada yang lain,” ujarnya  kepada Ketua Panwaslu Kabupaten Ponorogo Arif Supriyadi, yang diamini oleh puluhan relawan.

Menanggapi hal itu Arif, berjanji hari ini menuntaskan kasus itu dengan memanggil Panwascam Jetis sekaligus mendatangkan empat pelaku tersebut.

Sedangkan barang bukti yang dikatakan sudah tidak ada lagi, maka Arif bertindak cepat menuntaskan kasus itu. Apabila terbukti adanya politik uang dari tim Capres nomor 1 maka, akan diserahkan kepada Gakumundu. “Saya segera instruksikan untuk memanggil 4 orang terlapor itu, dan pelapor juga kita panggil. Kalau memang terbukti biar Gakumundu yang tangani,” kata Arif Supriyadi.

Sumber: lensaindonesia.com

Advertiser