Senin, 14 Juli 2014

Satu Rumah di Trenggalek Ambruk Akibat Gempa

Beritatrenggalek.com - Satu unit bangunan rumah di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur dilaporkan ambruk akibat gempa 5,6 skala Richter (SR) yang berpusat di kedalaman 10 kilometer pada titik ordinat 09.06 LS, 111.24 BT, dan berjarak sekitar 104 kilometer tenggara Kabupaten Pacitan, Senin sekitar pukul 12.05 WIB.

Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Namun, gempa tektonik  itu sempat membuat warga panik berhamburan keluar rumah. Ratusan PNS yang bekerja di gedung Sekretariat Daerah (Setda) Trenggalek bahkan ikut berlarian menyelamatkan diri dari gedung dua lantai tempatnya bekerja.

Hal serupa dilakukan belasan anggota Badan Anggaran DPRD Trenggalek yang saat itu menggelar rapat pembahasan KUA-PPAS (Kebijakan Umum APBD Prioritas Plafon Anggaran Sementara). Sejumlah anggota banggar yang masih di dalam gedung DPRD usai pembahasan KUA-PPAS sontak berlarian ke halaman karena gerakan gempa terasa semakin kuat hingga menimbulkan bunyi berdecit akibat gesekan kayu bangunan di bagian atap.

"Sejauh ini kami tidak menerima laporan kerusakan ataupun korban jiwa akibat gempa berskala 5,6 SR di lepas pantai (Kabupaten) Pacitan," ucap Kasi Kedaruratan, Ahmad Budiharto, seperti dikutip dari antarajatim.com.

Informasi kerusakan rumah akibat gempa diperoleh dari salah seorang relawan salah satu calon anggota DPR RI di Kabupaten Trenggalek, Ahmad Najib. Ia menyampaikan, satu unit bangunan dapur berbentuk semipermanen milik Kakek Basuni (56) di Desa Kedunglurah, Kecamatan Pogalan, ambruk begitu goyangan gempa menguat.

Beruntung Basuni, istri dan anggota keluarganya yang lain saat itu sedang tidak berada di bawah dapur, sehingga mereka lolos dari maut.

Selain di Trenggalek, gempa berkekuatan 5,6 SR yang mengguncang wilayah tenggara Pacitan, juga sempat membuat warga panik. Tak hanya di pemukiman, warga yang sedang bekerja pun berhamburan meninggalkan ruangan.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Pacitan Didit Maryanto mengaku belum mendapat informasi terkait dampak gempa. Pihaknya, lanjut Didit, masih mengumpulkan informasi dari jajaran di tingkat kecamatan.

Advertiser