Sabtu, 05 Juli 2014

Pulang Mondok Santriwati Asal Trenggalek Diperkosa Ustad

Beritatrenggalek.com - Seorang santri yang masih di bawah umur asal Dusun Joho, Desa Depok, Kecamatan Bendungan, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur mengaku telah diperkosa oleh seorang ustad, ketika pulang dari pondok pesantren yang berada di Desa Mangunsari, Kecamatan Pace, Kabupaten Nganjuk.

Santriwati malang itu berinisial NIS (17)  Berdasarkan laporan di Polres Kediri Kota, korban mengaku diperkosa oleh Kurniadi (42) ustad asal Desa Mungkung, Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk.

Perkosaan terjadi, pada awal bulan Juni lalu. Pada saat dia mau pulang ternyata tidak ada satupun dari pihak keluarganya yang menjemput dia untuk pulang. Melihat NIS yang tidak ada kendaraan pulang, maka Kurniadi menawarkan niat baiknya untuk mengantarkan NIS untuk pulang kerumahnya dengan sepeda motor.

"Korban bercerita bahwa dia waktu itu akan pulang dari pesantren tempat dia mondok, karena tidak ada yang menjemput maka ustaznya yaitu pelaku bernama Kurniadi menawarkan untuk mengantar pulang," ujar Kasubbag Humas Polres Kediri Kota AKP Siswandi, seperti dikutip dari merdeka.com.

Maka pulanglah NIS bersama dengan Kurniadi malam itu menuju rumahnya. Dari mulai menawarkan untuk mengantar korban pulang, ternyata Kurniadi sudah menyimpan otak bejat dalam dirinya.

Bagaimana tidak, di tengah perjalanan Kurniadi tiba-tiba membelokkan sepeda motornya menuju sebuah lapangan yang ada di Desa Kedungsari Kecamatan Tarokan, Kabupaten Kediri untuk melancarkan aksinya.

Menurut Kasubbag Humas Polres Kediri Kota AKP Siswandi, Pelaku mulai melancarkan aksinya ketika suasana di lapangan tersebut sudah mulai sepi. Ketika sudah sepi, pelaku pun gelap mata dan merayu korban untuk bisa tidur bersama layaknya suami istri.

"Saat dalam kondisi sepi, pelaku gelap mata dan merayu korban untuk berhubungan intim layaknya suami istri. Korban sempat menolak atas ajakan pelaku, namun pelaku terus memaksa hingga akhirnya kejadian itupun terjadi," ujar Siswandi

NIS bukan dibilang mau untuk ditiduri oleh ustaz Kurniadi (42) yang merupakan guru tempat dia menuntut ilmu tersebut. Namun, NIS terpaksa melayani nafsu bejat ustaz tersebut lantaran dia dibawah ancaman sehingga dia terpaksa melepaskan kesucian dirinya untuk diberikan pada Kurniadi.

"Walaupun ajakan untuk tidur layaknya suami istri terus ditolak korban, akhirnya korban mau berhubungan badan lantaran Kurniadi mengancam korban, Karena mendapat ancaman korban pun akhirnya pasrah dengan perbuatan pelaku menyetubuhinya," ujar Kasubbag Polres Kediri Kota AKP Siswandi.

Lebih lanjut Kasubbag Humas Polres Kediri Kota AKP Siswandi mengatakan, kasus tersebut terbongkar setelah satu bulan kemudian, Karena orang tua korban curiga dengan perubahan yang ada pada tubuh anaknya. Dan setelah didesak korban akhirnya mengaku jika pernah disetubuhi pelaku. Mendapatkan cerita anaknya tersebut akhirnya orang tua korban melaporkan kejadian tersebut ke Polisi.

"Berdasarkan keterangan korban kami sudah memintakan visum korban. Kurniadi bisa dijerat undang-undang perlindungan anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara," pungkas Siswandi, Jumat (04/7/2014) .

Advertiser