Sabtu, 05 Juli 2014

Lima Rumah di Trenggalek Diterjang Longsor

Beritatrenggalek.com - Sedikitnya lima rumah di sejumlah wilayah di Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur mengalami kerusakan cukup parah, akibat bencana tanah longsor, Jumat.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun sejumlah keluarga yang rumahnya terdampak longsor masih trauma karena hujan berpotensi turun sehingga dikhawatirkan memicu longsor susulan.

Dibantu aparat TNI/Polri, warga sejak pagi hingga siang langsung melakukan gotong-royong guna membantu warga yang rumahnya terdampak bencana tanah longsor.
"Kami mengimbau warga yang rumahnya berada di sekitar tebing untuk waspada, karena longsor susulan sewaktu-waktu bisa terjadi," kata Kasi Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Trenggalek, Ahmad Budiharto, seperti dikutip dari antarajatim.com.

Ia memastikan, material longsor yang meruntuhkan sebagian tembok rumah warga di Desa Pakel, Dukuh, dan Ngembel telah dibersihkan.

Budiharto menjelaskan, bencana tanah bergerak yang dipicu rekahan tanah saat hujan deras melanda kawasan ini terjadi sporadis, mulai Kamis (3/7) sore hingga Jumat dini hari. Akibatnya, tiga rumah di Desa Pakel mengalami rusak sedang. Tebing setinggi tiga hingga lima meter yang berada di samping pemukiman warga tiba-tiba ambles sehingga meluncur mengenai tembok rumah Saini, Mugito, serta Edi Pranoto.

Bencana serupa pada waktu bersamaan juga dialami keluarga Rojikin di Desa Dukuh dan rumah Paimo di Desa Ngembel.

"Kerusakan paling parah dialami keluarga Rojikin, karena sebagian besar papan rumah jebol. Kerugian (semua) ditaksir mencapai puluhan juta rupiah," jelasnya.

Selain melakukan pendataan, Budiharto memastikan pihaknya bersama dinas sosial telah menyalurkan sejumlah bantuan makanan dan sembako kepada masing-masing keluarga korban. Bencana longsor yang melanda tiga desa di Kecamatan Watulimo ini hampir bersamaan dengan peristiwa banjir bandang yang melanda sejumlah desa di Kecamatan Gandusari dan Kampak pada Kamis (3/7) dan Jumat dini hari.

Advertiser