Rabu, 09 Juli 2014

Jokowi-JK Menang Mutlak di Trenggalek

Beritatrenggalek.com - Hasil hitung cepat yang dilakukan tim relawan Jokowi-JK di Trenggalek, Jawa Timur dipastikan Jokowi-JK menang dengan selisih angka cukup telak dalam pemungutan suara pilpres di 14 kecamatan se-Kabupaten Trenggalek, Rabu (9/7).

Perolehan suara pasangan capres/cawapres yang diusung PDIP, PKB, Partai Nasdem, Hanura, dan PKPI tersebut diprediksi mencapai 65 persen lebih berbanding 35 persen untuk pasangan nomor urut 1 Prabowo Subianto-Hatta Rajasa. "Hasil ini kurang lebih sama dengan hitung cepat yang dilakukan pihak kepolisian maupun desk pemilu di Pemkab Trenggalek," kata aktivis relawan Jokowi-JK di Trenggalek, Doding Rahmadi, seperti dikutip dari antarajatim.com.

Pasangan nomer urut 2 ini, bahkan praktis menang mutlak di seluruh kecamatan yang ada di daerah pesisir kawasan eks-Mataraman. Dari 14 kecamatan yang ada di daerah ini, lanjut Doding, Jokowi-JK menang dengan selisih suara rata-rata di atas 10.000 suara.

Hasil hitung cepat itu hampir sama persis dengan rekapitulasi internal yang dilakukan Badan Kesbangpol Linmas Trenggalek, Polres Trenggalek, maupun Kodim 0806 Trenggalek.

Sumber di tiga instansi ini menyebut Jokowi-JK memperoleh suara sebanyak 264.067 suara atau sekitar 65,41 persen. Sementara pasangan Prabowo-Hatta hanya memperoleh 139.641 suara. Kendati bersifat rekapitulasi sementara dan bersifat tertutup, gambaran hasil perhitungan tersebut diperkirakan tidak akan selisih jauh dengan rekapitulasi resmi yang dilakukan KPU Trenggalek.

Bakesbangpol Linmas melakukan tabulasi suara dengan mengumpulkan laporan perolehan suara dari 14 kecamatan yang ada di daerah tersebut, sementara polisi memanfaatkan jaringan polsek-polsek yang ada di berbagai penjuru kabupaten.

Pilpres 9 Juli 2014 di diikuti dua pasangan calon, yakni pasangan nomor urut 1 Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dan pasangan nomor urut 2 Joko Widodo-Jusuf Kalla.

Jumlah pemilih di Kabupaten Trenggalek sesuai DPT yang ditetapkan KPU setempat adalah sebanyak 565.643 orang. Dari jumlah itu, tingkat kehadiran tercatat mencapai 406.738 pemilih atau sekitar 72 persen, sementara yang tidak menggunakan hak pilih sebanyak 158.905 orang atau sekitar 28 persen.

Advertiser