Kamis, 19 Juni 2014

Curi Kabel Telkom, 10 Pelajar di Trenggalek Diringkus

Beritatrenggalek.com - Polres Trenggalek, Jawa Timur, meringkus 10 dari 12 siswa dari beberapa sekolah di wilayah tersebut yang menjadi anggota komplotan pencurian kabel telepon milik PT Telkom. Mereka ditangkap setelah polisi mengidentifikasi keberadaan kabel telepon yang hilang di kawasan Kecamatan Bendungan.

Dari data yang dihimpun, dari 12 pelaku yang terlibat pencurian itu, enam pelaku tercatat sebagai siswa MTs GUPPI Bendungan, empat siswa SMAN 1 Bendungan, satu siswa Nurul Hikmah Bendungan, serta satu siswa SMK Karya Darma Bendungan.

Mereka diduga secara berkelompok melakukan pencurian telepon milik PT Telkom yang membentang dari arah Kota Trenggalek menuju Kecamatan Bendungan yang berjarak sekitar 10 kilometer.

"Sepuluh pelaku yang tertangkap sudah kami lakukan pemeriksaan awal namun tidak ditahan karena masih di bawah umur," kata Kasubbag Humas Polres Trenggalek, AKP Siti Munawaroh, seperti dikutip dari antarajatim.com.

Para pelaku yang beraksi secara berkelompok itu ditangkap secara bergantian pada 14 Juni. Berawal dari penelusuran polisi yang mendapati jejak kabel tembaga di sebuah gudang penampungan barang rosok milik Slamet di Desa Sumurup, Kecamatan Bendungan.

Petugas kemudian menangkap tiga bocah berinisial WM, JKN dan VPA sebagai pelaku penjualan kawat tembaga yang berasal dari kabel telepon milik PT Telkom yang hilang. Penangkapan ketiga bocah itu kemudian mengembang pada sembilan pelaku lain, namun dua di antaranya berhasil kabur saat hendak diciduk polisi di rumahnya.

"Komplotan ini sudah lama dan berulang kali melakukan pencurian kabel (telepon). Tercatat, mereka terlibat dalam aksi pencurian kabel Telkom di tiga titik lokasi di Kecamatan Bendungan, dan satu lokasi lagi di wilayah Kecamatan Trenggalek arah Bendungan," terang Siti.

Para pelaku mengaku berbagi tugas mencuri pada malam hari, denga cara memotong kabel telepon yang membentang di sepanjang tepi jalan raya menuju Kota Kecamatan Bendungan. Kabel yang berhasil dipotong lalu digulung. Gulungan kabel telepon yang masih terbungkus lapisan plastik tersebut kemudian di bawa dan disimpan di salah satu rumah pelaku untuk kemudian dibakar di satu tempat secara sembunyi-sembunyi.

"Kabel yang dibakar menyisakan kawat tembaga. Ini yang kemudian dijual secara kiloan di penampungan barang rosok milik Slamet di Desa Sumurup dengan harga berkisar antara Rp5.700 per kilogram hingga Rp5.500 per kilogram," papar Siti.

Belum ada penjelasan resmi berapa panjang kabel yang hilang akibat ulah komplotan pencuri bawah umur tersebut. Pihak PT Telkom mengaku mengalami kerugian sekitar Rp47 juta akibat aksi nakal mereka.

Para pelaku yang semuanya masih duduk di bangku sekolah tersebut kini dijerat pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan ancaman hukuman maksimal sembilan (9) tahun penjara.

Advertiser