Selasa, 08 April 2014

Puluhan Narapidana Trenggalek Terancam Tidak Bisa Mencoblos

Beritatrenggalek.com - Puluhan narapidana dan tahanan di Rumah Tahanan kelas IIB Trenggalek, Jawa Timur terancam tidak bisa mencoblos dalam Pemilu Legislatif, Rabu (9/4).

Seperti dikutip dari antarajatim.com, puluhan narapidana dan tahanan itu terancam tidak bisa mencoblas karena pengajuan form A5 (surat keterangan mencoblos di tempat lain) ditolak KPU Trenggalek.

"Atas permintaan KPU, Kami sudah mengajukan kemarin (Senin,7/4), tapi kemudian disampaikan jika permohonan A5 sudah tidak bisa dilayani," terang Kepala Keamanan sekaligus Ketua KPPS di TPS Khusus Rutan Kelas 2B Trenggalek, Gulang Rinanto, Selasa.

Sesuai data narapidana dan tahanan di Rutan Trenggalek yang dinyatakan memiliki hak pilih, terhitung pada Selasa (8/4), tercatat ada sebanyak 135 orang.

Dari jumlah itu, sebanyak 106 narapidana dan tahanan telah dinyatakan memiliki izin mencoblos seiring turunnya form A5 yang diberikan KPU jauh hari sebelumnya. Sisanya, sekitar 29 narapidana baru dan tahanan titipan dari Polres Trenggalek dan Kejaksaan negeri Trenggalek belum memperoleh form A5 yang menjadi sarat izin mencoblos di luar TPS asal para warga binaan tersebut.

"Mungkin karena waktunya sudah mepet sehingga pengajuan terakhir tidak disetujui," kata Kepala Rutan Trenggalek, Sambiyo.

Untuk menghindari hangusnya hak pilih 29 napi dan tahanan baru tersebut, lanjut Sambiyo, pihaknya kini tengah mengajukan surat rekomendasi dari panitia pengawas pemilu (panwaslu) setempat. "Kalau tidak mengantongi A5 dan (permohonan) rekomendasi ditolak, otomatis hak suara para napi serta tahanan titipan tersebut hangus. Tapi jika mengacu pengalaman pemilu maupun pilkada sebelumnya, cara ini bisa dilakukan untuk menyiasati jika permohonan A5 ditolak," kata Gulang menambahi keterangan pimpinannya, Sambiyo.

Namun jawaban atas permohonan rekomendasi mencoblos bagi 29 warga binaan Rutan Trenggalek belum kunjung disetujui panwaslu.

Pihak Rutan Trenggalek kini hanya berharap agar surat rekomendasi pengganti A5 tersebut bisa dikeluarkan Panwaslu, sekalipun di tengah proses pencoblosan yang dijadwalkan berlangsung mulai pukul 07.00 WIB hingga 13.00 WIB. Ia berdalih, keterlambatan pengajuan permohonan form A5 bagi sebagian napi dan tahanan disebabkan mereka masuk rutan hanya beberapa hari menjelang dihelatnya pesta demokrasi nasional, 9 April.(ant)

Advertiser