Rabu, 23 April 2014

Hasil Rekapitulasi, PKB Menang di Trenggalek

Beritatrenggalek.com - Hasil rekapitulasi perhitungan suara di KPU Trenggalek, Jawa Timur menempatkan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sebagai pemenang Pemilu Legislatif 2014 di Trenggalek.

Seperti dikutip dari antarajatim.com, PKB unggul tipis atas PDI Perjuangan dengan selisih sebanyak 659 suara.

"PKB mendapat 83.863 suara, sementara PDIP mendapat 83.204 suara," kata Komisioner KPU Kabupaten Trenggalek, Khusnu Roviq, Selasa (22/4).

Tidak hanya unggul dalam hal perolehan suara, kata Roviq, partai berlambang bola dunia tersebut juga dipastikan mendapat jatah kursi terbanyak di DPRD Kabupaten Trenggalek, dengan sembilan kursi. Sedangkan PDIP yang pada sebelumnya menjadi pemenang pada Pemilu 2009, mendapat jatah delapan kursi DPRD. [Baca juga: PKB Trenggalek Klaim Raih Kursi Terbanyak]

"Kalau aturan perundang-undangan tentang pemilu tidak berubah, maka yang berhak menempatkan wakilnya sebagai ketua DPRD periode 2014-2019 adalah PKB," tambahnya.

Setelah PKB dan PDIP, Partai Demokrat menjadi peraup suara terbanyak ketiga dengan 45.981 suara, disusul PKS sebanyak 42.628 suara dan Partai Golkar 41.538 suara.

Tiga partai yang disebut terakhir, menurut Roviq, sama-sama meraih lima kursi DPRD, namun posisi wakil ketua dewan hanya akan diduduki oleh perwakilan PDIP, Demokrat, serta PKS sesuai urutan perolehan suara terbanyak setelah PKB.

"PKB menang untuk pemilu legislatif tingkat kabupaten, tapi di tingkat DPR RI, PDIP yang unggul," kata Roviq.

Dijelaskan, dari total 563.256 pemilih yang terdata di KPU Kabupaten Trenggalek, angka partisipasi di tempat-tempat pemungutan suara tercatat sebanyak 78 persen atau sebanyak 437.244 orang, dengan suara sah tercatat mencapai 420.647 suara.

Sejumlah muka baru berlatar belakang pengusaha menghiasi daftar nama calon legislatif yang dipastikan lolos melenggang ke kursi DPRD Trenggalek.

Setidaknya ada 10 caleg jadi yang merupakan pengusaha dengan donasi materi berlebih, di antaranya Siti Alfiah (PKB, pengusaha pembuatan mesin pemecah batu), Dwi Utomo (Gerindra, pengusaha kayu), Arifin (PDIP, pengusaha perkebunan di luar Jawa), Tarkiyat (PPP, pengusaha pabrik panci), Suparmin Sujono (PKB, pengusaha angkutan, Siti Ngawati (PDIP, pengusaha perhotelan), serta Nur Effendi, (PDIP, pengusaha elektronik).

Advertiser