Senin, 14 April 2014

Hamil, Tiga Siswi di Trenggalek Mundur dari UN

Beritatrenggalek.com - Tiga siswi di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur mengundurkan diri sebagai peserta ujian nasional (UN) tingkat SMA secara sukarela karena dalam kondisi hamil.

"Ketiga siswi yang dirahasiakan identitasnya itu, telah mengundurkan diri saat dilakukan verifikasi nominasi tetap kepesertaan ujian nasional 2013/2014, tiga pekan lalu. Mereka sendiri yang meminta mengundurkan diri karena dalam kondisi hamil tua," kata Kepala Bidang SMP/SMA Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Trenggalek Mariyono, seperti dikutip dari merdeka.com, Senin (14/4).

Mariyono menambahkan, ketiga siswi yang mundur UN masing-masing berasal dari SMKN 1 Trenggalek, SMAN 1 Karangan, serta SMA PGRI Munjungan.

Menurut Mariyono, pihaknya setelah menerima laporan hasil verifikasi data nominasi sementara (DNS) menjadi data nominasi tetap (DNT) peserta UN 2013/2014 kemudian berinisiatif memanggil orang tua ketiga siswi tersebut. "Kami memberi kesempatan pada ketiga siswi ini untuk mengikuti ujian nasional penyetaraan (UNP) pada program Kejar Paket C yang akan digelar lagi September mendatang," terang Mariyono.

Mariyono menegaskan, tidak ada unsur paksaan ataupun intimidasi terhadap hak mengikuti ujian nasional bagi ketiga siswi hamil tersebut. Pihaknya justru baru mengetahui ada tiga siswi yang mengundurkan diri dari sekolah saat melakukan verifikasi data nominasi sementara peserta UN pada akhir Maret, atau sekitar tiga pekan sebelum UN di gelar, Senin. "Dari situ kami baru tahu ketiga siswi ini sudah mundur atau tidak pernah lagi masuk sekolah karena hamil," jelas Mariyono.

Status mereka yang mundur secara sukarela dan bukan dikeluarkan oleh sekolah, lanjut Mariyono, ketiga siswi hamil ini masih memiliki kesempatan mengikuti UN Penyetaraan melalui program kejar paket C.

Ujian Nasional tingkat SMA/SMK/MA di Trenggalek diikuti sebanyak 6.265 siswa yang tersebar di 16 lembaga SMA, 23 SMK, dan 11 MA.

Selain UN bagi sekolah reguler, saat ini juga digelar ujian nasional serentak gelombang pertama untuk 499 peserta program penyetaraan yang tersebar di tujuh lembaga kejar paket C se-Kabupaten Trenggalek. Tingkat kehadiran peserta UN di Trenggalek pada hari pertama tercatat mencapai 100 persen, termasuk seorang siswa lainnya yang terpaksa mengikuti UN di salah satu ruang perawatan RSUD dr Iskak karena menderita sakit.

Advertiser