Selasa, 22 April 2014

Bupati Trenggalek Sampaikan LKPJ APBD 2013

Beritatrenggalek.com - Bupati Trenggalek, Mulyadi Wr, Senin, tampil percaya diri saat menyampaikan laporan keterangan pertanggungjawaban (LKPJ) APBD 2013, dengan menyebut prestasi pendapatan daerah secara keseluruhan yang mencapai Rp1,206 triliun atau 99,70 persen dari target awal.

Bupati didampingi Wakil Bupati Kholiq dan seluruh jajaran SKPD (satuan kerja perangkat daerah), membuka pembacaan LKPJ APBD 2013 dengan lebih dulu mengingatkan visi-misi pemerintahannya, untuk membangun masyarakat Trenggalek yang sejahtera dan bermartabat. "Karenanya setiap kebijakan yang kami keluarkan senantiasa mengedepankan sektor riil dan pembangunan berbasis kinerja," kata Bupati Mulyadi dalam forum sidang pleno penyampaiakan LKPJ APBD 2013 di gedung DPRD Trenggalek, Seperti dikutip dari antarajatim.com.

Disampaikan, sukses Pemkab Trenggalek dalam mengoptimalisasi pendapatan daerah tak lepas dari meningkatnya pendapatan asli daerah (PAD), dana perimbangan dari pusat, serta sumber lain pendapatan daerah yang sah.

Di sektor PAD, meski tidak sesuai target awal sebesar Rp85,423 miliar, capaian sebesar Rp77,8 miliar disebut Mulyadi sebagai kemajuan daerah dalam mengoptimalkan sumber daya dan potensi yang ada.

Demikian juga dengan sumber lain pendapatan yang sah, dimana dari total target sebesar Rp264,6 miliar, sekitar 99,5 persen berhasil dicapai berkat meningkatnya kesadaran masyarakat dalam membayar pajak maupun pemberdayaan petugas pungut (pajak) hingga tingkat desa-desa. "Pemasukan dari dana perimbangan tentu yang paling besar. Trenggalek pada tahun 2013 berhasil memperoleh dana perimbangand ari pusat sebesar 865,67 miliar atau sekitar 100,63 persen dari target awal," paparnya.

Adapun belanja daerah dalam APBD 2013 dialokasikan sebesar Rp1,289 triliun, namun dalam realisasi hanya terserp sebesar Rp1,164 triliun atau sekitar 90,39 persen.

Menurut penjelasan Mulyadi di hadapan puluhan anggota DPRD tersebut, tidak optimalnya penyerapan dana belanja daerah disebabkan adanya beberapa pekerjaan ataupun proyek yang tidak bisa selesai sampai dengan akhir tahun anggaran.

Selain itu, munculnya perubahan dan keterlambatan petunjuk teknis , khususnya pada kegiatan yang dibiayai DAK (Dana alokasi khusus) bidang pendidikan disebut sebagai faktor dominan besarnya anggaran belanja yang tidak terserap. "Ini akan menjadi evaluasi kami dalam pelaksanaan APBD 2014," ujarnya.

Selesai pembacaan LKPJ, DPRD Kabupaten Trenggalek dijadwalkan memberikan tanggapan melalui perwakilan masing-masing fraksi.

Advertiser