Selasa, 25 Maret 2014

Satpol PP Trenggalek Tutup Paksa Tambang Ilegal

Petugas gabungan Satuan Polisi Pamong Praja dan Dinas Pertambangan Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, Senin (24/2) menutup paksa areal pertambangan pasir batu di sepanjang bantaran Sungai Nglinggis, Kecamatan Tugu.

Tidak sekadar merazia, petugas gabungan juga memasang papan pengumuman berisi larangan penambangan pasir tanpa izin, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 dan Perda Kabupaten Trenggalek Nomor 4 Tahun 2011.

"Hari ini (Senin) resmi kami tutup. Tidak boleh lagi ada akvititas penambangan, Bagi yang melanggar akan kami tindak tegas," kata Kasi Trantib Satpol PP Kabupaten Trenggalek, Wasito, seperti dikutip dari antarajatim.com.

Selain alasan legalitas usaha, tambahnya, penutupan paksa pertambangan didasari semangat mencegah kerusakan bantaran kali yang akan digunakan saluran pembungan Bendungan Nglinggis.

Sebelum dilakukan penutupan paksa tambang sirtu di bantaran Sungai Nglinggis, satpol PP sebenarnya telah melayangkan beberapa tahapan peringatan maupun razia lapangan. Namun berbagai sosialisasi dan teguran langsung tidak membuat pemilik usaha pertambangan surut langkah.

Sebaliknya, eksploitasi pasir batu mengunakan alat berat yang dilakukan Priwanto alias Masteng (pengusaha pertambangan sirtu) terus berlanjut. Satu unit alat berat yang berada di lokasi penambangan bahkan terus beroperasi hingga mereka diduga mendengar rencana penggerebekan dan penyegelan oleh unit tindak pidana tertentu (Tipiter) Satreskrim Polres Trenggalek.

Informasinya, penutupan paksa area pertambangan sirtu di Sungai Nglinggis tidak lepas pula dari perusahaan jasa konstruksi yang akan melakukan pengerjaan megaproyek pembangunan Bendungan Nglinggis senilai Rp550 miliar. Pengembang khawatir penggalian sirtu besar-besaran oleh penambang ilegal akan menyulitkan penyediaan bahan baku material untuk pembangunan bendungan Nglinggis.(ant)

Advertiser