Rabu, 26 Maret 2014

Polres Trenggalek Razia Bahan Peledak

Beritatrenggalek.com - Jajaran Kepolisian Resor Trenggalek, Jawa Timur, melakukan razia bahan peledak dan senjata api untuk mengantisipasi gerakan terorisme.

Kapolres Trenggalek, AKBP Denny Setya Nugra Nasution, Rabu (26/3) mengatakan, razia tersebut mulai gencar dilakukan pascapenangkapan salah satu terduga teroris asal Kecamatan Panggul, Galih Aji Satria oleh oleh Densus 88/Antiteror di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada 13 Maret. "Sebenarnya razia seperti ini sudah rutin kami lakukan untuk cipta kondisi menjelang pemilu, namun karena ada teroris tersebut, kegiatan ini lebih diintensifkan," katanya, seperti dikutip dari antarajatim.com.

Polisi memilih waktu operasi cipta kondisi pada tengah malam hingga dinihari dengan sasaran seluruh pengguna lalu lintas, mulai pengendara roda dua, roda empat, serta angkutan umum.

Sejauh ini belum ada temuan benda ataupun pergerakan orang yang dicurigai sebagai pelaku kejahatan dan terorisme.

Kendati demikian, Kapolres menegaskan operasi cipta kondisi akan terus dilakukan dengan sasaran bahan peledak, senjata api, senjata tajam dan narkotika. "Ini adalah antisipasi dini, sehingga semua kami periksa, kami tidak ingin kecolongan," ujarnya.

Trenggalek menjadi sorotan Mabes Polri menyusul penangkapan Galih Aji Satria dan terungkapnya pengiriman paket berisi bom pipa dan bom tupperware melalui jasa ekspedisi JNE wilayah Panggul, Kabupaten Trenggalek pada 18 Februari 2014.

Pengungkapan itu mendorong Densus 88 melakukan investigasi tertutup ke Trenggalek untuk mengungkap asal-usul bom serta tempat perakitannya sebelum dikirim oleh Galih melalui jasa ekpedisi JNE. Informasi dari sumber intelijen, aparat kepolisian sampai saat ini masih terus menyelidiki keberadaan satu paket lain diduga berisi bom yang tidak sempat terkirim oleh Galih.

Advertiser