Kamis, 27 Maret 2014

Pemkab Trenggalek Percepat Pembebasan Lahan Bendungan Tugu

Pemkab Trenggalek, Jawa Timur, berupaya mempercepat proses pembebasan lahan dan permukiman penduduk yang terdampak proyek pembangunan Bendungan Tugu, di Desa Nglinggis, Kecamatan Tugu.

"Pembebasan lahan saat ini dikonsentrasikan di wilayah Dusun Keser, Desa Nglinggis dengan target penyelesaian sebelum Agustus 2014. Ada sekitaran 14 hektare di sini yang harus dibebaskan tahun ini," kata Kepala Bagian Tata Pemerintahan Setda Trenggalek, Totok Rudijanto, Rabu (26/3), seperti dikutip dari antarajatim.com.

Dikatakan, proses negosiasi pembebasan lahan sejauh ini terus diintensifkan dengan melakukan serangkaian pengukuran, inventarisasi tanaman dan bangunan, serta "appraisal" (penilaian harga). Penetapan appraisal selanjutnya akan digunakan pihak tim pembebasan lahan bendungan yang terdiri dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan perwakilan pemkab untuk menentukan harga penawaran.

Totok enggan menyebut spesifik nilai appraisal serta harga ganti rugi tanah yang telah dilakukan untuk pembebasan empat hektare lahan milik 37 KK/penduduk di Dusun Pringapus, Desa Nglinggis. Namun ia mengisyaratkan nilai appraisal atau penilaian harga sekitar Rp200 ribu per meter. "Harga penawaran yang kami ajukan tentu di bawahnya, sekitar60-70 persen dari nilai appraisal," jelasnya.

Bendungan Tugu diproyeksikan "memakan" lahan seluas 42 hektare yang berada di perbatasan Kabupaten Trenggalek dan Ponorogo, khususnya di Desa Nglinggis, Kecamatan Tugu. Dari luasan tersebut, sekitar 19 hektare merupakan lahan pemukiman penduduk serta pertanian, sementara sisanya berstatus tanah kas desa (sekitar lima hektare) dan tanah lindung perhutani seluas 17 hektare.

Tim pembebasan lahan yang dikoordinir oleh BPN sejauh ini telah membebaskan empat hektare lahan penduduk di Dusun Pringapus, sementara 14 hektare lainnya saat ini masih proses perhitungan ganti rugi. "Pembebasan lahan ini sepenuhnya menggunakan dana APBN, pemkab dalam hal ini hanya memfasilitasi sekaligus membantu penyiapan kelayakan lahan relokasi yang telah disetujui masyarakat," jelasnya.

Bendungan Tugu merupakan proyek dengan anggaran tahun jamak senilai Rp619 miliar. Pengerjaan fisik konstruksi bendungan ini diproyeksikan selesai selama 3,5 tahun.

Waduk yang memiliki ketinggian 80 meter tersebut, nantinya akan memiliki beberapa fungsi, di antaranya sebagai pengendali banjir, irigasi, objek wisata, dan pembangkit listrik. Wilayah genangan airnya sekitar 42 hektare, sedangkan pemanfaatan untuk pembangkit di sini sifatnya masih mikro, dengan kapsitas daya listrik yang dihasilkan sekitar 0,4 megawatt.(ant)

Advertiser