Jumat, 21 Maret 2014

Bom Kelompok Santoso Diduga Dirakit di Trenggalek

Kapolri Jenderal Sutarman telah membeberkan jika aparatnya telah berhasil membekuk minimal tiga tersangka dari sejumlah tempat yang terlibat pengiriman bom dari Surabaya ke Makassar pekan lalu.

Lalu bagaimana teknis bom tersebut?

Seperti dikutip dari beritasatu.com, seorang sumber di lingkungan Mabes Polri, Jumat (21/3), mengatakan Bom kelompok Santoso ini dalam tupperware dan pipa berisi urea nitrate.

Bom tersebut, tambah sumber yang lain, diduga kuat dirakit di Trenggalek, Jawa Timur, sebelum sampai ke Surabaya dan dikirim ke Makassar. "Mengirimnya pakai JNE," tambah sumber yang tak mau disebutkan namanya itu.

Selain di Makassar, Lampung dan Bengkulu, sumber itu juga menyebutkan ada pelaku lain yang sedang diincar dan kini diyakini berada di Kalimantan. "Segera akan kita tangkap juga," sambungnya.

Seperti diberitakan, bom itu awalnya hendak diledakan di kota Pahlawan. Namun akhirnya pelaku mengirimkan bom tersebut ke Makassar untuk selanjutnya ke Poso, Sulawesi Tengah.

Surabaya memang muncul sebagai kota tempat jaringan Santoso bermukim. Pada Januari lalu ada dua anak buah Santoso yang dibekuk. Mereka adalah Isnaini Ramdhoni (30) dan Abdul Majid (35). Mereka diketahui berencana akan meledakkan dua pos polisi di Surabaya, lalu lokalisasi di Gang Dolly, tempat hiburan Dolar THR, Galaxy di Jalan Pandegeling dan Colour di Jalan Sumatera.

Jauh sebelum itu, pada Juli 2012, Densus 88/Antiteror melumpuhkan Hidayat alias Kim dan Eko alias Rijal di Tulungagung, tak jauh dari Trenggalek. Hidayat dicurigai sebagai penyandang dana untuk kelompok Poso, pimpinan Santoso. Dana yang dia kumpulkan digunakan untuk pembelian senjata dan biaya pelatihan militer para teroris.

Sumber

Advertiser