Selasa, 04 Maret 2014

Anak Jadi "Tumbal", Orang Tua Laporkan Pengelola Utama Waterpark Trenggalek

Pengembang maupun pengelola Waterpark Sport Center Trenggalek, Jawa Timur dilaporkan ke kepolisian setempat, karena dianggap tidak mengutamakan keselamatan pengunjung, ,Senin (3/3.

Seperti dikutip dari surabayapagi.com, pengelola waterpark yang berada di  jalan Mayjen Sungkono no. 78 ini dilaporkan oleh Imam Rokhani (38th).

Imam Rokhani adalah orang tua Ardan Herdian Permadi ( 10th ) siswa kelas IV SDN 3 Karangan, yang tewas di Waterpark Utama Sport Center, Minggu (02/03).
[Baca: Utama Water Park Trenggalek Makan Korban]

Tewasnya bocah yang berdomisili di Rt 01 Rw 01 Desa Karangan Kecamatan Karangan Trenggalek diduga akibat lemahnya standar keamanan waterpark tersebut.

Dari hasil visum, terdapat luka lebam ditangan korban diduga akibat tersedot pipa pembersih air.

Keterangan saksi, peristiwa bermula ketika siang itu korban bersama lima orang temannya berenang. Karena penasaran, korbanpun kemudian mencari lokasi yang lebih asyik di komplek Kolam Renang Utama Sport Center. Saat itulah tiba-tiba tangan korban yang berpegangan dinding kolam tersedot pipa penjernih air. Karena tekanan yang kuat, tangan korban masuk kedalam pipa ukuran 4 dim. Sedotan pipa pembersih air yang sangat kuat menyebabkan tubuh korbanpun ikut tenggelam. Akibatnya, korban tewas seketika.

Didampingi paman korban Doding Rahmadi, Imam Rokhani mengadukan pemilik waterpark tersebut yang dianggap tidak mengutamakan keselamatan pengunjung yang menyebabkan hilangnya satu nyawa yakni anaknya.

“Pihak pengelola lalai dan ceroboh sehingga anak saya jadi tumbal Waterpark. Kami tak terima anak saya menjadi korban,” imbuh Imam.(sp)

Advertiser