Kamis, 13 Februari 2014

Warga Pertanyakan Pelayanan RSUD Trenggalek yang Mengecewakan

Beritatrenggalek.com - Lima pemuda peduli Kesehatan di Trenggalek, Jawa Timur, Selasa (11/2), mendatangi RSUD dr Soedomo Trenggalek, untuk mempertanyakan pelayanan rumah sakit tersebut yang dinilai masih sangat mengecewakan masyarakat.

Lima pemuda tersebut mewakili semua unsur, baik dari LSM, Pers, Mahasiswa, Forum Peduli, Korban pelayanan RSUD Trenggalek, Komunitas dunia maya, seperti Grup facebook Info Seputar Trenggalek, Cah Galek, Kabar Trenggalek dan Cah Galek (Bebas Banned) yang sebelumnya telah melakukan rembuk bereng disalah satu cafe di kota tersebut.

Didampigi Arif Witanto selaku Koordinator Dewan Kesehatan Rakyat Jatim, forum pemuda pemuda peduli kesehatan Trenggalek juga minta kejelasan status pasien Sujio Al Saiful Huda (43), pemegang kartu Jamkesmas, warga Desa Pule RT 39 RW 20 Kecamatan Pule, yang disuruh mengurus BPJS Mandiri.

Dalam kunjungan ini forum peduli kesehatan Trenggalek ditemu Suryono, Kepala Bagian Bedah ditemani Yayak, Bagian Pengaduan dan Gito. S diruang kerjanya

Bambang Taruna kordinator aksi, mengatakan, sengaja kami datang ke RSUD Trenggalek untuk menyampaikan hasil rembuk teman-teman terkait pelayanan rumah sakit yang dinilai masih mengecewakan masyarakat dan meminta kejelasan status salah satu pasien.

"Bukannya kita tidak suka, tapi banyak masyarakat kecewa terhadap pelayanan RSUD Trenggalek. Malah ada beberapa warga mengatakan rumah sakit "Wong Nggalek" ya RSUD dr Iskak Tulungagung. Inikan aneh?," katanya.

Menurutnya, mungkin warga sudah sangat kecewa sekali terhadap pelayanan RSUD Trenggalek, jadi muncul kata-kata seperti itu. "Inikan aneh, masa Sabtu Minggu tidak ada dokter, belum lagi perawatnya yang dinilai kurang melayani pasien. Apakah ada alasan tertentu sehingga pasien sengaja diperlakukan begitu," kata Bambang.

Bambang menambahkan, perjuangan teman-teman belum selesai, akan tetap melakukan aksinya sebelum pelayanan kesehatan di Trenggalek dibenahi dan bisa memberikan kenyamanan kepada masyarakat, karena sudah menjadi tugas negara untuk memberikan layanan kesehatan yang murah,mudah dan terjangkau.

"Kita juga meminta kejelasan status Sujio Al Saiful Huda, kok bisa pemegang kartu Jamkesmas disuruh daftar BPJS Mandiri," katanya.

Sementara itu, pihak rumah sakit menyadari bahwa masih banyak kekurangan yang perlu segera dilakukan pembenahan untuk memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat.

"Salah satunya disiplin pegawai, kita juga kekurangan tenaga dokter specialis dan lainnya," ujar Suryono.

Sedangkan terkait status Sujio Al Saiful Huda, pihak RSUD dr.Soedomo Trenggalek mencabut kepesertaan Saiful Huda dalam Program BPJS Mandiri dan mengembalikan status Jamkesmas.

“RSUD dr.Soedomo Trenggalek mencabut kepesertaan Saiful Huda dalam Program BPJS Mandiri dan mengembalikan kepada status Jamkesmas,” kata Suryono.

Sementara itu Arif Witanto, Koordinator Dewan Kesehatan Rakyat (DKR) Jatim mengharapkan layanan RSUD dr. Soedomo Trenggalek diperbaiki, dan agar dilengkapi dokter spesialis Obgyn (Obtetri Ginekologi) untuk masalah seputar ibu hamil, sehingga pasien tidak harus dirujuk keluar kota jika ada tindakan operasi caesar.

"Jangan terjadi pasien dirujuk ke rumah sakit swasta,  yang seringkali memaksa pasien miskin pindah menjadi pasien umum yang berujung keluarga dan pasien kesulitan membayar biaya rumah sakit," katanya.

Selain itu, Arif Witanto juga berterima kasih pada RSUD dr.Soedomo Trenggalek mencabut status BPJS pasien miskin Saiful Huda dan mengembalikannya pada status Jamkesmas.

“ Terima kasih RSUD dr.Soedomo Trenggalek yang telah mencabut status BPJS pasien Saiful Huda dan mengembalikannya pada status Jamkesmas,” kata Arif.

“Pemerintah agar meninjau ulang program BPJS ini, karena program iuran bagi Rakyat Indonesia ini membebani masyarakat. Bahkan jika perlu program BPJS dibatalkan, karena dinilai ada penurunan kualitas pelayanan meskipun mewajibkan pesertanya membayar iuran.” tutur Arif.

Untuk diketahui, Sujio Al Saiful Huda adalah salah satu pemegang kartu Jamkesmas. Pada tanggal 25 Januari 2014 keluarga membawanya ke RSUD dr. Soedomo Trenggalek. Menurut hasil lab dokter, Ia menderita kerusakan ginjal. Setelah beberapa hari dirawat di Ia diperbolehkan pulang. Tapi harus cuci darah, karena keterbatasan biaya ia tidak bisa dilakukan.

Sebelum mengurus BPJS dia dikenakan biaya Rp.496.000, agar gratis disarankan daftar BPJS.

Advertiser