Kamis, 20 Februari 2014

Polisi Selidiki Proyek Pembangunan DAM Dawuhan Trenggalek

Beritatrenggalek.com - Kepolisian Trenggalek, Jawa Timur  menyelidiki dugaan penyimpangan dalam kasus pembangunan DAM Dawuhan di Desa Dawuhan Kecamatan Trenggalek yang sudah ambrol walaupun baru berumur dua bulan dan masih dalam masa perawatan.

Kapolres Trenggalek, AKBP Denny Setya Nugraha Nasution mengatakan, kasus pembangunan  DAM tersebut ditengarai syarat akan kejanggalan, mengingat belum genap dua bulan dibangun telah ambrol. "Saya sudah instruksikan kepada satgas (tipikor) untuk menyelidiki kasus tersebut," kata Kapolres Trenggalek, AKBP Denny Setya Nugraha Nasution, Rabu, seperti dikutip dari antarajatim.com.

Hasil pengumpulan data dan keterangan (pulbaket) atas insiden runtuhnya bangunan DAM Dawuhan, ujarnya, diduga ada kesalahan atau penyimpangan bestek (besaran teknis) bangunan.

Indikasi itu menguat lantaran konstruksi plengsengan DAM yang dibangun dengan anggaran ratusan juta itu baru selesai dibangun pada akhir 2013.

Soal indikasi adanya dugaan ketidaksesuaian spesifikasi, Denny menyampaikan bahwa satgas tipikor akan melakukan koordinasi dengan beberapa saksi ahli, terutama dari kalangan akademisi teknik sipil. "Akan kami undang mereka untuk menentukan apakah ada kesalahan atau tidak pada konstruksi bangunan DAM Dawuhan itu," ujarnya.

Denny menambahkan, dalam kasus DAM Dawuhan, sejak awal polisi sudah mencium adanya dugaan penyimpangan. Kejanggalan mulai muncul pada saat pelaksanaan lelang melalui sistem LPSE (layanan pengadaans ecara elektronik), dimana saat itu diketahui ada kesalahan administrasi.

Namun masalah tersebut ternyata tidak berhenti disitu saja. Pada tataran pelaksanaan proyek ternyata muncul persoalan kembali berupa ambrolnya salah satu titik plengsengan. "Jika memang ada penyimpangan atau dugaan korupsi, kasus ini otomatis akan dinaikkan statusnya dari penyelidikan ke penyidikan," tegasnya.(ant)

Advertiser