Minggu, 23 Februari 2014

Kejaksaan Selidiki Penyertaan Modal Rp16 Miliar Pemkab Trenggalek ke Bank Jatim

Kejaksaan Negeri Trenggalek, Jawa Timur menyelidiki kebijakan penyertaan modal Pemerintah Kabupaten Trenggalek ke Bank Jatim senilai Rp16 miliar.

Kepala Kejaksaan Negeri Trenggalek Adianto, mengungkapkan saat ini proses penyelidikan kebijakan penyertaan modal dari kas APBD Kabupaten Trenggalek Rp16 miliar ke salah satu BUMD tersebut tengah dilakukan seksi intelejen. "Masih diselidiki," jawabnya singkat di Trenggalek, Sabtu (22/2), seperti dikutip dari aktual.co.

Menurut Adianto, dilakukannya penyelidikan tersebut, lantaran ada beberapa kejanggalan dalam proses kebijakan penyertaan modal yang dilakukan dalam dua tahap tersebut.

Beberapa di antaranya adalah pengucuran dana penyertaan modal dilakukan ketika payung hukum atau perda tentang penyertaan modal belum dibuat. "Itu salah satunya," kata Adianto.

Selain itu, beberapa pelanggaran secara administrasi diduga juga muncul dalam kebijakan penyertaan modal senilai Rp16 miliar ke Bank Jatim, yakni pengucuran dana tersebut dilakukan mendahului APBD-P (perubahan anggaran keuangan). Padahal, diduga dalam APBD induk 2014, tidak dianggarkan item penyertaan modal kepada Bank Jatim. "Memang ada beberapa indikasi. Tapi, masih akan kami dalami," jelasnya.

Hal yang tidak kalah penting, pada saat penyertaan modal tersebut kondisi keuangan Kabupaten Trenggalek dalam kondisi defisit, sehingga sesuai aturan, tidak diperbolehkan ada penyertaan modal untuk BUMD. Terlebih ketika uang penyertaan modal tersebut diambilkan dari sisa lebih perhitungan anggaran(Silpa). "Pasti akan kami tindaklanjuti. Tapi, sementara konsentrasi ke persidangan. Kalau tidak fokus, kasihan penyidik dan JPU-nya," kata Adianto.(akt)

Advertiser