Jumat, 21 Februari 2014

BPKP Audit Dugaan Korupsi Bantuan Semen BPMPD Trenggalek

Beritatrenggalek.com - Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) menurunkan personil audit investigasi guna menyelidiki dugaan korupsi bantuan semen stimulan di lingkup Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur.

Kepastian itu disampaikan Kapolres Trenggalek, AKBP Denny Setya Nugraha Nasution, Kamis (20/2), setelah pihaknya melakukan ekspose (gelar) perkara bersama tim BPKP, sehari sebelumnya (Rabu, 19/2). "Audit investigasi pasti dilakukan, cuma waktunya kapan kami belum tahu. Agenda BPKP juga banyak, jadi penyidik dalam posisi menunggu," ujarnya, seperti dikutip dari aktual.co.

Hasil perhitungan sementara yang dilakukan penyidik, nilai kerugian negara dalam kasus dugaan korupsi bantuan semen stimulan tahun 2013 di lingkup Bappemas Pemdes Kabupaten Trenggalek sebenarnya hanya sekitar Rp45 juta.

Namun polisi berkeras menindaklanjuti kasus tersebut karena dinilai cukup bukti petunjuk adanya praktik tindak pidana korupsi maupun upaya pencucian uang. "Bukan masalah kecil atau besar. Kalau unsur dugaan korupsinya terbukti, tetap akan kami proses," kata Kasat Reskrim Polres Trenggalek, AKP Supriyanto.

Menurutnya, dalam tindak pidana korupsi, sekecil apapun nilai yang muncul tetap bisa dijerat dalam undang-undang pemberantasan tindak pidana korupsi.

Ia menjelaskan, Nilai itu dihitung berdasar penggelembungan nilai pembelian semen stimulan sebesar Rp1.500 per sak. Dari total dana sebesar Rp1,8 miliar, jumlah pengadaan semen bantuan stimulan tahun 2013 tercatat sekitar 30.400 an sak. Dari asumsi per sak yang "dicuri" Rp1.500 Total penggelembungan mencapai Rp45 juta.(akt)

Advertiser