Rabu, 29 Januari 2014

Pembangunan Bendungan Tugu Dimulai

Beritatrenggalek.com - Kementerian Pekerjaan Umum melakukan "ground breaking" sebagai tanda dimulainya pembangunan Bendungan Tugu di Desa Nglinggis, Kecamatan Tugu, Trenggalek, Jawa Timur, Rabu (29/1).

Seperti dikutip dari antarajatim.com, simbolisasi dimulainya pengerjaan proyek bendungan itu dilakukan Wakil Menteri Pekerjaan Umum Hermanto Dardak dengan disaksikan sejumlah pejabat dari pemerintak pusat, Pemprov Jatim dan Forpimda Trenggalek.

Hermanto, menandai dimulainya pembangunan Bendungan Tugu dengan melakukan pengerukan tanah sekaligus peletakan batu pertama di lokasi proyek.

Pembangunan waduk ditargetkan selesai dalam kurun waktu 3,5 tahun dengan anggaran senilai Rp619 miliar.

"Pengerjaannya kami lakukan secara 'multiyears' dengan alokasi anggaran total sebesar Rp619 miliar. Sedangkan untuk tahun ini, dana yang dikucurkan sebesar Rp195 miliar," katanya.

Menurut pria yang juga asal Trenggalek itu, proyek yang berada di bawah kendali Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas, Jawa Timur, ini, dikerjakan oleh salah salah satu perusahaan BUMN, PT Wijaya Karya (WiKa), selaku pemenang lelang.

Hermanto menyampaikan harapannya agar seluruh tahap pembangunaan dapat dilaksanakan secara tepat, baik waktu maupun kontruksinya, sehingga manfaat yang didapat sesuai dengan harapan masyarakat. "Namun, masyarakat juga harus mendukung secara penuh proses ini agar bisa selesai tepat waktu, karena faktor nonteknis seperti sikap masyarakat ini akan berpengaruh terhadap pengerjaan," ujarnya.

Pihaknya juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Desa Nglinggis yang telah merelakan tanah dan rumahnya untuk dibeli pemerintah dan dijadikan lokasi pembangunan bendungan.   

Waduk yang memiliki ketinggian 80 meter tersebut, nantinya akan memiliki beberapa fungsi, di antaranya sebagai pengendali banjir, irigasi, objek wisata, dan pembangkit listrik. "Wilayah genangan airnya sekitar 42 hektare, sedangkan pemanfaatan untuk pembangkit di sini sifatnya masih mikro, dengan kapsitas daya listrik yang dihasilkan sekitar 0,4 MW," katanya.

Bupati Trenggalek Mulyadi WR optimistis bendungan yang digagas sejak tahun 1984 tersebut mampu mengurangi potensi ancaman banjir hingga 50 persen. "Ketika debit air tinggi maka akan dikendalikan di bendungan ini, sehingga potensi banjir seperti di wilayah kota bisa berkurang. Sedangkan di saat musim kemarau, potensi air yang tersimpan dalam waduk akan dimanfaatkan untuk mengairi sawah-sawah yang selama ini kerap mengalami kekeringan," ujarnya

Mulyadi memperkirakan areal sawah yang bisa dilayani Bendungan Tugu mencapai lebih dari 1.200 hektare, mulai wilayah sekitar waduk hingga perbatasan Tulungagung.

"Bahkan nantinya air dari sini juga akan membantu sebagian persawahan di wilayah Tulungagung, yang jelas manfaatnya luar biasa," paparnya.(ant)

Advertiser