Kamis, 23 Januari 2014

Trenggalek Pusat Tapioka, Pabrik Seluas 2.000 Hektar Segera Dibangun

Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur segera menjadi pusat produksi tapioka untuk memasok kebutuhan dalam negeri dan sebagian diekspor ke luar negeri.

Deputi Bidang Pengkajian Sumber Daya UKMK Kementerian Koperasi dan UKM I Wayan Dipta di Jakarta, Kamis (23/1) mengatakan Pihaknya sudah sepakat dengan pemerintah Korsel untuk mengembangkan tapioka di satu daerah paling potensial di Jatim yakni Trenggalek.

Ia mengatakan, pemerintah Korea sudah memberikan komitmennya untuk membantu Indonesia dalam mengembangkan sumber pangan alternatif, salah satunya tapioka atau tepung singkong.

"Rencananya, di bawah dukungan dari pemerintah Korsel, akan dibangun pabrik di lahan seluas 2.000 ha sebagai intinya," katanya, seperti dikutip dari antaranews.com.

Sementara sumber daya manusia yang akan mengelola adalah para petani yang tergabung dalam koperasi binaan Kementerian Koperasi dan UKM. "Korsel tahu bahwa Indonesia memerlukan tepung tapioka yang selama ini banyak diimpor dari China dan Thailand. Korsel sepakat untuk membantu kita mengembangkannya di dalam negeri," katanya.

Pihaknya semula menjajaki kemungkinan beberapa daerah untuk dijadikan sentra tapioka. Sampai akhirnya, Pemerintah Kabupaten Trenggalek menawarkan lahan tersedia seluas 18.000 ha.

"Lahan inti seluas 2.000 ha itu digunakan sebagai pabrik inti pada tahap pertama, selanjutnya akan terus diperluas," katanya.

Berdasarkan catatan Masyarakat Singkong Indonesia (MSI) kebutuhan tepung tapioka dalam negeri rata-rata mencapai lima juta ton pertahun. Selain digunakan sebagai bahan pangan, selama ini tepung tapioka juga digunakan untuk memenuhi kebutuhan industri kertas, batik, dan plywood.

Kebutuhan tapioka untuk pabrik kertas saja, misalnya mencapai 400 ribu ton setiap tahunnya, sedangkan untuk kebutuhan industri batik dan plywood mencapai 100 ribu ton pertahun. MSI juga mencatat impor tepung tapioka Indonesia pada 2012 mencapai 2 juta ton. Sementara produksi singkong dalam negeri belum mencukupi kebutuhan nasional.(ant)

Advertiser