Jumat, 17 Januari 2014

Sebar Foto Bugil, Pemuda Trenggalek Divonis Empat Tahun Penjara

Beritatrenggalek.com – Fajar Nuraini (23) alias Endo, pemuda asal Desa Tawing, Kecamatan Munjungan, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur divonis empat tahun penjara oleh pengadilan setempat karena menyebarkan foto porno pacarnya.

Tak hanya menyebarkan foto, Fajar juga telah menyetubuhi korban berulang kali, korban yang tak lain adalah pacarnya sendiri berinisial RA (16).

Pengadilan Negeri Trenggalek pada tanggal 7 Januari 2014 telah memutus perkara tersebut dengan putusan menghukum Fajar Nuraini dengan hukuman pidana penjara selama empat tahun dan denda Rp 60 juta subsidair pidana kurungan enam bulan.

Drs Pujihandi, SH, MH selaku penasihat hukum Fajar Nuraini menolak berkomentar, saat diwawancarai beritatrenggalek.com, Jumat (17/1), dengan alasan perkara ini perkara perlindungan anak.

Namun Puji membenarkan putusan tersebut telah berkekuatan hukum tetap. "Karena Fajar telah menyatakan menerima putusan tersebut," ujarnya.

Jaksa Penuntut Umum M. Zainur Rochman, SH mendakwa Fajar telah melakukan tindak pidana melanggar Pasal 81 ayat (1) UU No: 23 tahun 2002 tentng Perlindungan Anak jo Pasal 65 ayat (1) KUHP dan Pasal 81 ayat (2) UU No: 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak jo Pasal 65 ayat (1) KUHP dengan ancaman hukuman masing-masing minimal 3 tahun dan denda minimal Rp 60 juta.

Awalnya, Fajar dan RA sering berhubungan melalui BBM maupun bertemu secara langsung, pada hari Sabtu tanggal 23 Maret 2013 sikira pukul 14.00 wib, Fajar dan RA sepakat untuk berpacaran.

Setelah itu Fajar ke kost RA yang terletak di lingkungan Tamanan masuk Kelurahan Ngantru, Kecamatan Trenggalek. Di kost itulah hubungan laiknya suami istri itu pertama kali di lakukan.

Mungkin karena ketagihan, perbuatan senonoh itu di lakukan lagi oleh Fajar dan RA pada bulan Mei 2013 sekitar jam 23.00 WIB. Namun perbuatan itu lakukan di kostnya Fajar yang berada di Kelurahan Sumbergedong Kecamatan Trenggalek.

Persetubuhan ketiga dilakukan Fajar dan RA di rumah orang tua Fajar sekitar bulan Juli 2013 malam di Desa Tawing Kecamatan Munjungan Kabupaten Trenggalek.

Setelah persetubuhan yang ketiga, RA memutus cinta dengan Fajar, karena tidak menyukai perilaku Fajar yang emosional. Selain itu, RA sudah mempunyai pacar baru.

Fajar yang kecewa diputus cinta kemudian mengirim gambar telanjang RA ke handphone saksi Marita Tri Anggraeni, teman sekolah RA di salah satu SMA di Trenggalek.

Sekitar bulan September 2013, RA menemui Fajar di dekat Pasar Kampak untuk menyelesaikan permasalahan foto telanjang itu.

Setelah itu Fajar mengajak RA ke rumah orang tuanya di Desa Tawing Kecamatan Munjungan Kabupaten Trenggalek. Fajar mengancam akan menyebarluaskan lagi foto telanjang korban bila memutus cintanya. Akhirnya Persetubuhan yang keempat dilakukan Fajar dan RA.

Karena takut Fajar nekat kembali menyebarluaskan foto telanjang korban, Slamet Surodikromo, ayah RA kemudian melaporkan peristiwa tersebut ke Polres Trenggalek.

Atas hasil persidangan di Pengadilan Negeri Trenggalek tersebut, Jaksa Penuntut Umum dalam surat tuntutannya No.Reg.Perk.PDM-77/TRGAL/11/2013 yang dibacakan pada persidangan Selasa, 24 Desember 2013 menuntut supaya Majelis Hakim pada Pengadilan Negeri Trenggalek yang memeriksa dan mengadili perkara tersebut memutuskan agar Fajar dihukum penjara lima tahun dan denda Rp 60 juta subsidiair enam bulan kurungan.

Pertimbangan Majelis Hakim yang dipimpin Yudi Eko Putro, SH memberi keringanan hukuman kepada Fajar, karena Fajar mengakui terus terang perbuatannya, mengaku bersalah dan menyesal, berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya. Peristiwa itu terjadi juga ada andil dari RA yang ternyata sudah tidak perawan atau sudah pernah bersetubuh dengan pria lain sebelum dengan Fajar.

Namun, Majelis Hakim menilai, akibat perbuatan Fajar menyebabkan RA merasa malu hingga akhirnya pindah sekolah.

Terkait dengan perkara tersebut, Majalis Hakim memanggil ayah RA dan menasihatinya agar menjaga dan mengawasi RA, sehingga pendidikannya tidak terganggu.

Sementara itu, Slamet Surodikromo mengaku terkejut begitu mengetahui hasil persidangan. Ia sama sekali tidak menduga bila putrinya itu sudah berbuat sangat jauh untuk ukuran seorang pelajar. Untuk itu, ia berjanji akan mengawasi dengan ketat RA agar tidak terjerumus lagi dengan kasus yang sama.(bam)

Advertiser