Jumat, 17 Januari 2014

Ribuan E-KTP di Trenggalek Salah Cetak

Beritatrenggalek.com - Ribuan Kartu Tanda Penduduk  elektronik (e-KTP) di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur terpaksa dikembalikan ke Kementrian Dalam Negeri lantaran salah cetak.

"Hingga tanggal 10 januari 2014 tercatat sebanyak 4.287 lembar KTP elektronik yang diidentifikasi bermasalah. Data tersebut berasal dari bawah, artinya masyarakat yang melapor melalui desa maupun kecamatan dan diteruskan ke sini," kata Kasi KTP Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Trenggalek, Sambas Rudi Winoco, Jumat (17/1), seperti dikutip dari antarajatim.com.

Sambas menambahkan, hingga kini pihaknya juga belum mendapatkan kiriman KTP hasil perbaikan. "Belum tahu sampai kapan proses perbaikan tersebut akan selesai, semoga secepatnya," tambahnya.

Menurutnya, dari data yang ada, kesalahan cetak KTP bermacam-macam, mulai dari nama, alamat, status perkawinan hingga foto indentitas.

Khusus untuk kesalahan foto wajah atau biometrik, jumlahnya relatif kecil dibanding dengan yang lainnya. "Untuk foto wajah sekitar 200-an yang salah, itupun biasanya tertukar dengan anggota keluarganya sendiri, seperti anak dengan bapak, kakak dengan adik," ujarnya.

Sambas menambahkan, pihaknya telah beberapa kali berkonsultasi dengan Kemendagri guna mempertanyakan persoalan tersebut. Namun dispendukcapil hanya mendapat kabar tidak resmi yang menyebut seluruh proses cetak KTP elektronik itu nantinya akan dilakukan di tingkat kabupaten, termasuk perbaikannya.

Beberapa perangkat pendukung, seperti mesin cetak, KTP reader serta piranti lainnya telah diterima oleh dinas yang menangani kependukan ini. "Tapi untuk material KTP elektroniknya kami belum menerima, sehingga masih bisa melakukan cetak sendiri," katanya.

Sementara itu, disingung mengenai jumlah warga yang belum melakukan perekaman data biometrik untuk KTP elektronik mencapai lebih dari 43 ribu jiwa atau sekitar 7,76 persen. Sedangkan jumlah warga yang telah melakukan perekaman mencapai 513.685 jiwa atau sekitar 92,24 persen.

"Kami berharap, masyarakat lebih proaktif melakukan perekaman, sehingga target pencapaian bisa terpenuhi, katanya.(ant)

Advertiser