Jumat, 24 Januari 2014

Polisi Trenggalek Tembak Residivis Pencurian

Beritatrenggalek.com - AR (29), residivis kasus pencurian, asal Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, ditembak Tim Buru Sergap Kepolisian Resor Trenggalek, Jatim, karena berusaha kabur saat penggerebekan di tempat kost-nya di Kelurahan Plandaan, Kecamatan Kedungwaru, Tulungagung, Jumat (24/1).

Tersangka terjerembab di tanah dengan kondisi kaki berlumuran darah, sebelum kemudian dibawa ke RS Bhayangkara Tulungagung untuk mengangkat proyektil yang bersarang di betis kanannya.

Dalam operasi penggerebekan tersebut, polisi menyita sejumlah barang bukti peralatan elektronik, yakni laptop, tiga unit telepon seluler dan komputer, yang diduga hasil curian dari sejumlah rumah penduduk di wilayah Trenggalek. "Ini merupakan hasil penyelidikan yang dilakukan oleh Satuan Reskrim terhadap kasus pencurian di rumah Agus, warga Desa Buluagung, Kecamatan Karangan," kata Kasubbag Humas Polres Trenggalek AKP Siti Munawaroh, seperti dikutip dari antarajatim.com.

Ia menjelaskan beberapa barang bukti tersebut didapatkan dari beberapa lokasi, karena sebelumnya telah dijual oleh pelaku. "Untuk laptopnya dijual di Ngunut, Tulungagung, sedangkan untuk ponsel dijual di wilayah Wlingi, Kabupaten Blitar. Kalau komputer besar ini kami sita dari rumah kost," ujarnya.

Siti menambahkan AR merupakan penjahat kambuhan, karena sebelumnya pernah terjerat kasus hukum di wilayah Tulungagung dan dua kali masuk penjara dalam kasus yang sama.

Tersangka yang bekerja sebagai pedagang asongan di kereta api itu merupakan spesialis pencuri barang-barang elektronik di perumahan warga. "Biasanya tersangka ini masuk ke rumah korban pada malam hari atau dini hari, di saat korban sedang terlelap tidur," katanya.

Saat ini, petugas Polres Trenggalek masih melakukan pengembangan perkara tersebut, karena masih ada sejumlah lokasi kejadian yang diduga pelakunya adalah sama. "Saat ini dia belum mengaku, tapi kami punya barang bukti yang kuat," jelasnya.

Akibat perbuatannya, tersangka yang kini mendekam di tahanan Mapolres Polres Trenggalek terancam dijerat pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara.(ant)

Advertiser