Minggu, 19 Januari 2014

Minibus Wisatawan Terbalik di Jurang Watulimo

Beritatrenggalek.com - Minibus rombongan wisawatan asal Kediri, Jawa Timur yang hendak berwisata ke pantai Karanggongso, terbalik di turunan tajam dan berkelok di Desa Pakel, Kecamatan Watulimo, Trenggalek, Jawa Timur, Minggu (19/1).

Satu orang tewas dalam kejadian ini, atas nama Isnaini Purwandari (13), tiga luka berat dan belasan lainnya luka ringan akibat tergencet bodi kendaraan serta benturan antar penumpang yang menumpuk di sisi kendaraan yang terguling.

Minibus jenis  Isuzu elf nopol AG 7734 GA yang sarat penumpang ini, mengalami kecelakaan tunggal sekitar pukul 10.00 WIB. Kasus kecelakaan ini, kini sedang diusut Satuan Lalu Lintas Polres Trenggalek.

Sementara itu, seluruh korban langsung dievakuasi ke Puskesmas Slawe Kecamatan Watulimo guna mendapatkan perawatan medis. "Kejadiannya begitu cepat. Kami sempat mendengar suara benturan pada bodi kendaraan sebelum kemudian terbalik di jalan menurun yang curam," kata salah satu penumpang, Sucipto, seperti dikutip dari antaranews.com.

Saat memasuki turunan tajam di Desa Pakel minibus langsung oleng ke kanan dan ke kiri. Mobil yang dikemudikan Arkanul Samakin itu juga sempat menyerempet sebuah pikap yang terparkir di pinggir jalan. "Penumpang langsung panik, karena jalannya berkelok-kelok dan turunannya sangat curam, sesampai di tikungan terakhir itu mobil oleng lagi dan terguling ke kanan," katanya.

Pria yang juga ayah Isnaina tersebut mengaku bisa selamat karena posisinya berada di dekat pintu yang ada di samping kanan. Sementara anaknya yang meninggal dunia itu duduk dibangku paling belakang sebelah kanan berdampingan dengan istrinya, Siti jumaroh (43).

Siti Jumaroh mengatakan, saat kendaraan yang ditumpangi terbalik, anaknya dalam kondisi tertidur pulas. "Jadi begitu terbalik itu Isna berada paling bawah, tertindih sama penumpang-penumpang lainnya," ujarnya sambil meneteskan air mata.

Sementara itu salah satu anggota Polsek Watulimo, Mulyono memperkirakan, kecelakaan terjadi karena sopir yang tidak menguasai medan. "Tadi sempat diperiksa, posisi gigi pada gigi tiga, sehingga remnya keras dan tidak mampu, seharusnya kalau di turunan sini gigi dua," katanya.

Dijelaskan, rombongan wisatawan asal Kediri tersebut juga salah jalur, karena seharusnya untuk menuju pantai Karanggongso belok kearah kiri. "Ini tadi justru belok kanan atau kearah Kecamatan kampak," imbuhnya.

Sekitar pukul 12.00 WIB, seluruh korban luka-luka dan yang meninggal dunia dibawa pulang ke kediri. Sementara itu sang sopir masih menjalani pemeriksaan polisi. (ant)

Advertiser