Sabtu, 11 Januari 2014

Diterjang Banjir, Belasan Rumah di Pacitan Rusak

Diterjang Banjir, Belasan Rumah di Pacitan RusakBerita Tulungagung - Banjir bandang yang menyebabkan talud Sungai Grindulu ambrol pada Kamis (9/1) malam membuat tiga rumah milik warga Desa Kedungbendo, Kecamatan Pacitan, Kabupaten Pacitan, Jatim runtuh dan belasan lainnya rusak.

Seperti dikutip dari antarajatin.com, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa bencana alam tersebut, namun kerugian material akibat amblasnya sejumlah pemukiman warga ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Sebanyak 98 warga menghuni pemukiman yang lokasinya berhimpitan dengan aliran Sungai Grindulu kini diungsikan ke bangunan sekolah, mushala, serta rumah penduduk terdekat. "Beberapa saat sebelum tanah ambles terjadi, 98 warga yang menghuni rumah tersebut telah mengungsi ke rumah penduduk lain dan SD Negeri 2 Kedungbendo," kata Kepala Desa Kedungbendo, Bambang Sulistyo.

Data sementara menyebutkan, selain tiga rumah yang ambruk dan terbawa arus sungai, lima rumah warga Kedungbendo juga rusak berat dan 11 lainnya rusak sedang. Warga berhasil menyelamatkan diri setelah mengetahui ada tanda-tanda bakal terjadinya tanah amblas.

Saat kejadian berlangsung di wilayah desa setempat diguyur gerimis dan debit Sungai Grindulu normal. Namun, beberapa hari sebelumnya aliran sungai terbesar di Pacitan itu terus menerus meningkat dan menggerus bibir sungai.

Sarni, salah seorang warga yang rumahnya menjadi "korban" tanah amblas di Desa Kedungbendo mengatakan, retakan tanah di sekitar pemukiman telah diketahui sejak beberapa hari sebelumnya.

Tanda-tanda bencana semakin mengkhawatirkan pada Kamis (9/1) sore sekitar pukul 16.30 WIB. Retakan terus melebar hingga membuat sebagian tanah di sekitar pemukiman amblas. "Yang amblas pertama di bagian ujung. Tetapi kemudian terus melebar hingga ke pemukiman," ujar Sarni.


Selang sekitar tiga jam kemudian, gerakan tanah akhirnya sampai ke pemukiman dan membuat dua rumah ambruk. Proses evakuasi pada Kamis (9/1) malam cukup dramatis, karena warga dan petugas berpacu dengan waktu. Mereka yang rumahnya terdampak segera mengemasi barang-barang berharga untuk dibawa mengungsi.

Dengan sarana seadanya, seperti karung, taplak meja atau kain sprei mereka kemudian membawa harta bendanya menjauh. "Kami harus menggunakan tangga untuk melewati bagian yang amblas, apalagi kondisi gelap," kata Saidi, warga lainnya.

Kepala Seksi Kesiapsiagaan dan Pencegahan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Pacitan, Ratna Budiono, mengatakan, fokus penanganan bencana yang mereka lakukan saat ini adalah penyelamatan warga dan harta benda penduduk.

Inventarisasi kerugian rencananya akan dilakukan segera oleh pemerintah daerah setempat berkooedinasi dengan BPBD Provinsi Jatim dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). "Tim dari BPBD Jatim akan turun ke Pacitan untuk mengidentifikasi tanah amblas di Desa Kedungbendo, secepatnya," kata Ratna.

Advertiser