Rabu, 01 Januari 2014

Dinilai Tidak Rasional, Anggaran Kunker DPRD Trenggalek 2014 Dipangkas

Beritatrenggalek.com - Gubernur Jawa Timur Soekarwo merekomendasikan pemangkasan anggaran kunjungan kerja (kunker) DPRD Trenggalek tahun 2014 sebesar Rp3,3 miliar, karena dinilai tidak rasional.

Kabar penolakan alokasi anggaran kunker yang dinilai berlebihan itu disampaikan Sekretaris Badan Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Trenggalek, Hartoko, Rabu (1/1). "Gubernur menilai penganggaran biaya kunker tahun 2014 tidak rasional sehingga harus dirasionalkan," ungkap Hartoko, seperti dikutip dari antarajatim.com.

Anggaran untuk perjalanan dinas anggota DPRD Trenggalek sebenarnya telah tertuang dalam ketetapan APBD 2014, dengan nominal alokasi mencapai Rp3,3 miliar.

Besaran anggaran itu sebenarnya telah menyusut dibanding usulan dalam rancangan APBD (R-APBD) 2014. Namun saat dievaluasi lagi oleh gubernur pascapenetapan APBD 2014 pada sekitar awal Desember 2013, pos anggaran perjalanan dinas DPRD dinilai masih terlalu besar.

Padatnya kegiatan politik nasional yang bersinggungan dengan jadwal hampir semua anggota dewan di tingkat pusat hingga daerah dalam menghadapi pemilu legislatif pada Juni 2014 mendatang, menjadi alasannya. Selain itu, masa tugas anggota DPRD, DPRD provinsi, maupun DPR RI segera berakhir seiring digelarnya pemilu legislatif tersebut, sehingga kegiatan kunker tidak akan bisa efektif.

Dengan alasan tersebut, demi efisiensi anggaran gubernur kemudian merekomendasikan kepada Pemkab Trenggalek untuk mengalihkan sebagian anggaran kunker untuk keperluan belanja modal.

Belanja modal itu, kata Hartoko, akan diprioritaskan untuk pengembangan sarana prasarana infrastruktur daerah.

"Intinya, gubernur minta anggarannya untuk pembangunan, bukan kegiatan kedewanan," tandasnya.

APBD Trenggalek tahun 2014 ditetapkan sebesar Rp1,1 triliun atau menurun sekitar Rp100 miliar dibanding tahun 2013 yang mencapai Rp1,2 trilun lebih.(ant)

Advertiser