Kamis, 30 Januari 2014

Pembangunan Bendungan Tugu Dimulai, Sebagian Besar Lahan Belum Dibebaskan

Beritatrenggalek.com - Pembangunan bendungan di Kecamatan Tugu, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur telah dimulai, namun sekitar 72 hektare lahan yang terdampak hingga kini belum dibebaskan karena terkendala anggaran.

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas, Jawa Timur, Billy Parmono, Kamis (30/1) mengatakan, molornya target pembebasan lahan dikarenakan dua pertiga anggaran untuk pos tersebut belum dikucurkan pemerintah. "Yang sudah bisa dibebaskan baru 5,6 hektare atau sebanyak 38 bidang. Sisanya masih menunggu pencairan anggaran dari pusat," terangnya.

Disebutkan, BBWS Brantas sejauh ini baru mendapatkan kucuran anggaran pembebasan lahan sebesar Rp10 miliar. Sedangkan sisanya sekitar Rp20 miliar masih belum dikucurkan.

Billy mengisyaratkan pembebasan lahan akan tuntas dalam tahun ini. "Kami otimistis proses pembebasan lahan tersebut akan berjalan lancar dan sesuai dengan rencana," ujarnya.

Kementerian Pekerjaan Umum mulai melakukan pembangunan Bendungan Tugu Trenggalek yang sepenuhnya dibiayai APBN dengan nilai anggaran mencapai Rp650 miliar. Perinciannya, anggaran 2013 sebesar Rp636 miliar dan tahun anggaran 2014 sebesar Rp20 miliar.

Proyek yang berada di bawah kendali BBWS Brantas itu bersifat multiyears dan diperkirakan akan rampung pada 2017.

Bendungan Tugu dibangun antara lain untuk penyediaan air di daerah irigasi Ngasinan seluas 1.200 hektare dan air baku sebesar 400 liter/detik, untuk mengantisipasi dan menanggulangi banjir tahunan yang terjadi di Kabupaten Trenggalek, sebagai pembangkit listrik tenaga mikro sebesar 0,4 MW dan sebagai pengendali banjir.

Dengan dibangunnya Bendungan Tugu, maka genangan banjir yang terjadi bisa berkurang dan ketika musim kemarau tiba, kebutuhan air irigasi dapat terpenuhi. Selain itu, di kawasan sekitar Bendungan Tugu nantinya bisa dijadikan lokasi wisata air oleh warga setempat sehingga dapat membantu pertumbuhan ekonomi warga setempat.(ant)

Advertiser