Jumat, 06 Desember 2013

RSUD Trenggalek Gagal Penuhi Target PAD Rp30 Miliar

Beritatrenggalek.com - Akibat pembayaran klaim Jamkesmas dari pemerintah pusat tidak lancar, RSUD dr Soedomo, Trenggalek, Jawa Timur terancam gagal mencapai target pendapatan asli daerah (PAD) yang dipatok sebelumnya sebesar Rp30 miliar, hingga kini PAD dari RSUD dr Soedomo baru mencapai Rp18 miliar.

Pelaksana Tugas Direktur RSUD dr Soedomo, Trenggalek, Jawa Timur, dr Saeroni, Jumat (6/12), mengatakan total klaim jamkesmas yang hingga kini belum terbayar mencapai sekitar Rp6 miliar. "Untuk Jamkesmas memang se-Indonesia belum cair, sehingga mau tidak mau kami harus sabar menanti, karena ini terjadi tidak hanya di Trenggalek," ujarnya, seperti dikutip dari antarajatim.

Ia berharap pemerintah pusat segera mencairkan anggaran layanan Jamkesmas yang diselenggarakan di RSUD dr Soedomo maupun rumah sakit daerah lain. Apabila tidak segera turun, maka bisa mengganggu pelayanan kesehatan, terutama di kelas ekonomi. Apalagi keterlambatan pembayaran klaim Jamkesmas berpengaruh langsung terhadap target pemasukan PAD rumah sakit.

"Kami berharap pertengahan bulan ini segera turun, supaya tidak mengganggu sistem pelayanan kesehatan secara keseluruhan," ujarnya.

Selain terkait klaim Jamkesmas, diakui Saeroni bahwa sulitnya memenuhi target PAD juga diakibatkan belum maksimalnya pelayanan rumah sakit akibat proses pembangunan sejumlah fasilitas kesehatan. "Contohnya seperti ruang perawatan bayi untuk sementara kami gabung dengan ruang anak-anak, kemudian ada juga beberapa bagian lain yang harus kami geser," papar dia.

Masalah lain yang tak kalah berpengaruh terhadap pencapaian PAD 2013 adalah menurunnya animo masyarakat untuk berobat ke rumah sakit milik Pemkab Trenggalek ini. "Meskipun mengalami sejumlah kendala, kami terus berusaha memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat yang hendak berobat ke rumah sakit," tegasnya.

Sementara itu disinggung mengenai target PAD tahun 2014, Saeroni mengatakan institusinya diproyeksikan mampu mendapatkan pamasukan dari retribusi Rp33 miliar. "Jadi targetnya naik Rp3 miliar dibanding tahun ini, terkait hal tersebut kami optimistis bisa mencapainya, mengingat saat ini sejumlah fasilitas rumah sakit sedang ditingkatkan," ujarnya.

Salah satu fasilitas yang diperkirakan akan mendongkrak pendapatan rumah sakit adalah pembangunan gedung paviliun, yang kini telah memasuki tahap akhir. "Kemudian kami juga menambah jumlah tempat tidur dari sebelumnya 182 menjadi 273 unit, untuk semua kelas, mulai kelas utama, I, II maupun III. Kemudian nanti juga ada fasilitas cuci darah," jelas Saeroni.

Namun seluruh fasilitas baru tersebut baru bisa direalisasikan pada pertengahan tahun 2014 atau memasuki semester kedua.(ant)

Advertiser