Rabu, 25 Desember 2013

Ratusan Rumah di Trenggalek Terendam Banjir

Beritatrenggalek.com - Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur selama lebir enam jam mengakibatkan ratusan rumah tersebar di enam desa terendam banjir, Rabu (25/12).

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Trenggalek, menyebutkan banjir terpantau di Kecamatan Kota Trenggalek dan Kecamatan Panggul. Selain faktor hujan deras yang menyebabkan air sungai meluap ke perkampungan, pergerakan air ke wilayah pemukiman diduga akibat jebolnya sejumlah tangkis pengendali banjir.

"Untuk Kecamatan Pangggul ada empat desa yakni Nglebeng, Kertosono, Wonocoyo dan Bodag. Sedangkan untuk Kecamatan Trenggalek di Kelurahan Tamanan dan Kelutan," terang Sekretaris BPBD Trenggalek, Suprapto, seperti dikutip dari republika.co.id.

Dijelaskan, genangan banjir di wilayah Panggul mulai terjadi pukul 08.30 WIB dengan ketinggian air mencapai lebih dari satu meter. Akibatnya aktifitas perekonomian sebagian warga lumpuh total.

"Kalau untuk wilayah kota masih relatif aman, karena di Tamanan itu ketinggianya tidak sampai satu meter dan sekarang sudah mulai surut," ujarnya.

Suprapto menuturkan, banjir di wilayah pesisir selatan Trenggalek terjadi akibat meluapnya sejumlah sungai karena tidak mampu menampung air hujan. Selain itu, luapan air tersebut juga diperparah oleh naiknya permukaan laut (pasang). Hal itu mengakibatkan kondisi banjir tidak segera surut.

Selain bencana banjir, BPBD Trenggalek juga menerima laporan adanya dua rumah roboh, masing-masing di Desa Kertosono, Kecamatan Panggul dan satu rumah di wilayah Kecamatan Pule.

"Petugas kami masih melakukan pengecekan ke lokasi, untuk mengetahui secara pasti kondisi yang ada. Yang jelas untuk satu rumah di Kecamatan Pule itu karena tanah longsor," imbuhnya.

Mantan Direktur PDAM Trenggalek ini menambahkan, jalur utama Trenggalek-Pacitan sempat terputus beberapa akibat tertimbun tanah longsor. Timbunan material longsor itu terjadi di tanjakan 17 persen di Kecamatan Suruh.

Sementara itu, Kepala pelaksana BPBD Trenggalek, Joko Rusianto mengaku akan segara meminta bantuan logistik ke BPBD Propinsi Jatim. Mengingat saat ini dana tanggap darurat di institusinya telah habis.

"Saat ini yang punya logistik BPBD propinsi, kemungkinan besok atau lusa logistik untuk korban banjir sudah datang akan segera kami distribusikan," jelasnya.

Sementara itu, Citizen beritatrenggalek.com yang berada di Panggul menginformasikan banjir datang mulai pukul 9 pagi dan mulai menggenangi jalan.

"Banjir mencapai pinggang orang dewasa terjadi di wilayah wonocoyo dan nglebeng, bahkan beberapa rumah terpaksa harus di evakuasi barang-barangnya karena air bah semakin membesar, air bah juga mengakibatkan sisi timur jembatan wonogondo yang barusan selesai dibangun beberapa bulan lalu juga ambrol,"kata citizen Bambang Taruna.(rol)

*Foto adalah foto yang terjadi di Panggul

Advertiser