Senin, 23 Desember 2013

Kapolres Trenggalek: Ratusan Crosser Berhasil Dievakuasi dalam Kondisi Selamat

Beritatrenggalek.com - Ratusan crosser peserta "Trenggalek Dirt Rider Adventure II (TDR 2)" yang terjebak di belantara Watulimo, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur seluruhnya telah berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat, Senin (23/12). Tidak ada korban jiwa ataupun luka-luka dalam peristiwa tersebut, namun dua crosser dilaporkan sempat dibawa ke klinik kesehatan terdekat karena kondisi fisiknya mengalami drop dan kaki terkilir.

Kapolres Trenggalek, AKBP Denny Setya Nugraha mengkonfirmasi proses evakuasi yang dilakukan serentak pada pagi hingga siang hari berjalan mulus.

Meski banyak tidak bersedia dievakuasi menggunakan kapal melalui jalur laut untuk alasan efektifitas dan meminiamisir risiko, para crosser berhasil turun kembali ke pos kepanitiaan di
Pantai Prigi dalam keadaan selamat.

Mereka memilih kembali melalui jalur darat dengan mengendarai motor masing-masing, di pandu crosser lokal bersama tim evakuasi hingga sampai kembali ke lokasi penyelenggaraan kegiatan di sekitar Pantai Prigi, Kecamatan Watulimo. "Sekarang tinggal mengevakuasi beberapa unit kendaraan para pembalap yang masih berada di perbukitan," terang Kapolres, seperti dikutip dari antarajatim.com.

Hingga berita ini ditulis, sumber dari Kepolisian Air Prigi menyebut masih ada sekitar 32 unit motor trail yang tertinggal di dalam hutan dan belum terevakuasi. Evakuasi sedianya akan dilakukan melalui jalur laut, terutama untuk kendaraan yang macet dan mengalami kerusakan, dan sebagian lainnya dikendarai dengan pengawalan sejumlah crosser lokal.

Ketua Panitia Prigi Extreme Adventure, Komarudin menolak dipersalahkan atas insiden terjebaknya ratusan crosser di hutan Watulimo.

Saat dikonfirmasi wartawan, ia berdalih pihaknya telah melakukan survei rute dan
memperhitungkan jarak tempuh yang dilalui para crosser peserta kegiatan jelajah ekstrem tersebut. "Masalahnya kondisi cuaca memang sulit diprediksi. Kalau soal rute dan jarak tempuh sebenarnya sudah kami perhitungkan," kilahnya.

Ia menegaskan panitia juga tidak memberikan kompensasi apapun atas insiden tersebut kepada para peserta. Alasan Komarudin, kegiatan jelajah ekstrem menggunakan motocross atau motor trail tersebut tidak diasuransikan.

"Panitia juga sudah memperingatkan kepada seluruh peserta agar berhati-hati," kilahnya.

Prigi Extreme Adventure diselenggarakan oleh Komunitas Motor Trail Trenggalek (KOMET) dengan didukung penuh oleh Pemerintah Kabupaten Trenggalek melalui dinas pemuda olahraga dan pariwisata setempat.

Penjelajahan dengan mengambil rute sekitar jalur lintas selatan tersebut digelar pada Minggu (22/12) pagi, dengan jarak tempuh mencapai sekitar 60 kilometer melintasi jalur pegunungan, perbukitan serta hutan belantara Watulimo.

Persoalan mulai muncul ketika peserta Trenggalek Dirt Rider Adventure II mengalami penumpukan di salah satu titik ruas jalan terjal menanjak yang licin dan berlumpur.

Para peserta tidak bisa kembali ke jalur semula lantaran kondisi jalur terlanjur rusak dan hanya ada satu ruas, sehingga 200 lebih pembalap dari berbagai daerah itu akhirnya terjebak hampir seharian lebih di dalam hutan belantara Watulimo. "Ini adalah adventure terburuk yang pernah kami ikuti. Sebelumnya tidak pernah ada kejadian seperti ini, hanya di Trenggalek dan mereka (panitia) memang sangat buruk," kecam Ari, crosser asal Kecamatan Besole, Kabupaten Tulungagung.

Ia menyebut panitia bahkan di setiap pos rute tidak ada persediaan logistik (makanan dan minuman) sehingga ini membuat banyak crosser mengalami drop di tengah jalan.

Kepastian selurus peserta Trenggalek Dirt Rider Adventure II dipastikan selamat sebelumnya juga diungkapkan oleh salah satu panitia Saudara Nono. Selain itu Nono juga meminta maaf kepada seluruh crosser yang mengikuti acara ini.

Untuk melihat beberapa foto Trenggalek Dirt Rider Adventure II yang berhasil didapat beritatrenggalek.com bisa klik disini

*Foto: Peserta saat berhasil dievakuasi

Advertiser