Sabtu, 28 Desember 2013

Kondisi Kesehatan Mantan Ketua DPRD Trenggalek Memburuk

Beritatrenggalek.com - Kondisi kesehatan Saniman Akbar Abbas, mantan Ketua DPRD Trenggalek, Jawa Timur terpidana korupsi dana kunker dewan tahun 2010-2012, semakin memburuk setelah dua hari dirawat di RSUD dr Soedomo, Trenggalek.

Humas Rumah Tahanan (Rutan) Trenggalek, Adi Santoso, Jumat (27/12) mengkonfirmasi, perawatan tokoh PDIP tersebut kini dialihkan ke Rumah Sakit Bhayangkara Kediri karena alasan keterbatasan peralatan medis di RSUD Trenggalek.

"Benar, kami rujuk ke Kediri karena kondisinya tidak kunjung membaik selama dua hari di rawat di sini (RSUD dr Soedomo)," terang Adi Santoso, seperti dikutip dari antarajatim.com.

Pemindahan perawatan Saniman Akbar Abbas dari RSUD dr Soedomo, Trenggalek ke rumah sakit di Kediri tersebut sempat menjadi perbincangan "hangat'" di sebagian kalangan warga Trenggalek, terutama pihak-pihak yang selama ini berseberangan politik maupun kepentingan selama Abbas masih menjabat Ketua DPRD.

Selain menjadi pembicaran di media sosial, beberapa orang bahkan menyempatkan diri mengabari sejumlah wartawan mengenai kondisi Akbar Abbas yang diisukan semakin kritis, sehingga dirujuk ke rumah sakit yang lebih besar (memiliki fasilitas lengkap) di Kediri. "Tadi aku lihat mobil ambulan berjalan ke arah timur diiringi sedan hitam nopol AG 1001 milik Abbas. Coba cek, sepertinya kondisinya memburuk sehingga dilarikan ke Kediri, mungkin ke RSUD Gambiran (Kediri)," telepon seorang caleg salah satu partai politik berinsial FA.

Saat hal ini dikonfirmasikan ke Humas Rutan, Adi Sasono, ia membenarkan. Namun sebagaimana keterangan sebelumnya, Adi enggan menjelaskan jenis penyakit yang diderita narapidana korupsi dana kunker DPRD Trenggalek itu dengan dalih, diagnosa dokter di RSUD dr Soedomo belum muncul.

"Tahu sendirilah, peralatan medis di RSUD Trenggalek kurang memadai sehingga kadang diagnosanya tidak pas," kilah Adi Sasono.

Adi memastikan, selama perawatan di RS Bhayangkara, Kediri, Akbar Abbas yang diduga menderita komplikasi penyakit usus buntu dan infeksi saluran ginjal (semacam penyakit batu ginjal) tetap akan mendapat pengawalan ketat dari kepolisian dan sipir Rutan Trenggalek.

Empat petugas yang terdiri dari dua orang polisi dan dua sipir ditugaskan untuk berjaga selama 24 jam nonstop. "Dia tetap akan dikawal ketat. Kami tidak mau ambil risiko," tandasnya.

Akbar Abbas dijebloskan ke penjara pada awal Agustus 2013, setelah Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Surabaya memvonisnya bersalah dan bertanggung jawab atas pemotongan dana perjalanan dinas 43 anggota DPRD Trenggalek tahun 2010-2013 sebesar tiga persen. Di Pengadilan Tipikor, Akbar Abbas mulanya hanya dijatuhi vonis penjara dua tahun (24 bulan) dan denda sebesar Rp200 juta. Namun, pada tingkat banding, hukuman tersebut kemudian diperberat oleh Pengadilan Tinggi Jawa Timur menjadi 48 bulan dan denda Rp 200 juta.(ant)

Advertiser