Sabtu, 21 Desember 2013

Hati-Hati, Ada 13 Titik Longsor di Jalur Trenggalek-Ponorogo

Beritatrenggalek.com - Potensi kerawanan longsor di sepanjang jalur Trenggalek-Ponorogo, Jawa Timur, meningkat. Hal itu disebabkan hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut selama beberapa hari terakhir ini.

Sejumlah pengendara yang melintas melalui salah satu titik ruas jalan yang menghubungkan kota-kota di Jawa Timur bagian selatan menuju perbatasan Jawa Tengah itu, Jumat (20/12), melaporkan saat ini sedikitnya ada 13 titik longsor yang mengancam keselamatan pengguna jalan. Panjang material longsor berupa tanah dan bebatuan tersebut bervariasi antara dua hingga lima meter yang tersebar di Desa Nglingis, Kecamatan Tugu.

"Saya tadi dari arah Ponorogo, begitu masuk Kabupaten Trenggalek langsung kaget, karena titik-titik longsor itu banyak sekali, apalagi jalannya juga berliku-liku," kata salah seorang pengendara roda empat, Irwan Pradana, seperti dikutip dari antarajatim.com.

Meski tidak sampai menutup jalan, pergerakan tanah di jalur yang diapit tebing dan jurang tersebut dikhawatirkan kembali terjadi seiring meningkatnya intensitas hujan menjelang tahun baru. "Karena material longsoran itu ada yang menutup sebagian badan jalan, tadi saya hampir menabrak tanah itu, karena posisinya ada di tikungan," ujarnya.

Selain itu, reruntuhan tanah longsor tersebut juga menyebabkan badan jalan menjadi licin. Sejumlah pengendara berharap pihak terkait untuk segera melakukan langkah pembersihan serta pencegahan potensi pergerakan tanah lanjutan.

Sementara terkait hal itu, Dinas Pekerjaan Umum Binamarga Provinsi Jawa Timur telah menerjunkan alat berat ke lokasi bencana alam guna menyingkirkan material longsor yang menutup badan jalan. Selain itu beberapa titik longsor juga telah dipasang garis pembatas.

Kepala Dinas PU Binamarga Provinsi, Jawa Timur, Dahlan Karim, membenarkan bahwa sejumlah jalur provinsi, termasuk ruas Trenggalek-Ponorogo, diidentifikasi memiliki kerawanan tinggi bahaya longsor. Hal itu terjadi karena stuktur tanahnya cukup gembur dan bercampur dengan bebatuan.

"Selain itu lapisan batuan di Trenggalek-Ponorogo ini adalah vertikal jadi sangat rawan longsor, kondisi ini berbeda dengan struktur batuan yang ada di jalur Ponorogo-Pacitan yang horizontal," jelasnya.

Dikatakan, untuk jangka pendek pihaknya belum memiliki rencana khusus guna mengatasi ancaman tanah longsor di jalur tersebut. Dinas PU Binamarga Jatim hanya sebatas melakukan pembersihan apabila terjadi bencana susulan.

"Untuk sementara ya kami bersihkan dulu, sedangkan ke depan kami berencana untuk mengusulkan pembangunan tembok penahan agar tidak longsor," ujarnya.

Menurutnya, rencana tersebut akan didahului dengan melakukan kajian teknis di jalur-jalur yang rawan longsor, sehingga konstruksi bangunan yang digunakan sesuai dengan kondisi di lapangan. "Yang jelas untuk Trenggalek-Ponorogo ini konstruksinya berbeda, karena struktur batuannya vertikan. Kemungkinan kami tembok penahan nantinya akan dilengkapi dengan skur-skur agar tidak mudah roboh," ujarnya.(ant)

Advertiser