Jumat, 06 Desember 2013

Baru Dibangun, Proyek Jalan 4,6 M di Trenggalek Rusak Lagi

Beritatrenggalek.com - Meski baru dibangun/diperbaiki, proyek peningkatan infrastruktur jalan raya Gandusari-Krandegan-Kedunglurah di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur yang menghabiskan anggaran Rp4,6 miliar mulai mengelupas dan rusak berantakan.

Sejumlah titik aspal hotmik yang baru selesai dikerjakan sebulan lalu kini sebagian mengelupas. Kerusakan terparah terlihat di sepanjang ruas jalan yang dilebarkan pada sisi kanan dan kiri badan jalan, hingga radius sekitar tiga kilometer. Aspal padat yang sebelumnya menutupi material batu split pada ruas badan jalan yang mengalami pelebaran, masing-masing (kanan-kiri) sekitar 0,5 meter, kini ambrol akibat tergerus air hujan dan tak kuat menahan beban roda kendaraan yang melintas.

"Kami sebagai warga tentu kecewa, ini masih hitungan hari sudah seperti ini, coba satu atau dua bulan kedepan kami yakin akan semakin parah kerusakan yang ada," kata Dahroni, salah seorang warga Gandusari, seperti dikutip dari antarajatim.

Pihaknya mensinyalir pengaspalan jalan utama menuju Kecamatan Gandusari tersebut dilakukan secara asal-asalan, sehingga mudah rusak. "Kalau kualitasnya bagus tidak mungkin seperti ini, warga meminta ini segera dilakukan perbaikan sesuai dengan ketentuan yang ada, sehingga bisa dinikmati oleh masyarakat," ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pengairan (PUBMP) Kabupaten Trenggalek, Yoso Mihardi, membenarkan adanya kerusakan proyek jalan tersebut. "Memang benar ada beberapa titik yang rusak, kami sudah melakukan pengecekan, yang parah itu di perbatasan Melis-Krandegan, di situ aspalnya sampai mengelupas," katanya.

Menurutnya, sesuai dengan kontrak, batas waktu pengerjaan jalan sepanjang sembilan kilometer itu akan berakhir pada tanggal 7 Desember sehingga tanggung jawab kerusakan masih berada di pihak kontraktor. "Bahkan, selama enam bulan sejak selesainya kontrak, pihak rekanan masih memiliki kewajiban melakukan perbaikan, karena masuk dalam masa pemeliharaan," imbuhnya.

Pihaknya menduga, mengelupasnya sebagian aspal hotmix itu akibat akibat kualitas pengerjaan yang tidak sempurna dan tidak memenuhi besaran teknis (bestek) yang ditentukan. "Kemungkinan besar lapisan aspalnya terlalu tipis, sehingga ketika dilewati mudah sekali mengelupas, selain itu juga diperparah oleh hujan deras yang turun beberapa waktu lalu," ujarnya. (ant)

*Foto: ilustrasi

Advertiser