Kamis, 05 Desember 2013

44 Anggota DPRD Trenggalek Kunker ke Jabodetabek

Beritatrenggalek.com-Sebanyak 44 anggota DPRD Trenggalek, Jawa Timur, ramai-ramai melakukan kunjungan kerja ke sejumlah daerah di wilayah Jabodetabek (Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi), Rabu (4/12). Rombongan berangkat bersama-sama pada Rabu pagi sekitar pukul 06.00 WIB menggunakan sejumlah kendaraan fraksi maupun mobil dinas DPRD menuju Bandara Juanda, Sidoarjo.

Dari Juanda, 44 anggota dewan beserta sejumlah staf kesekretariatan terbang menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta, sebelum kemudian masing-masing komisi berpisah menuju empat daerah di wilayah Jabodetabek. "Rencananya seluruh komisi melakukan kunker (kunjungan kerja) selama tiga hari, mulai Rabu hingga Jumat (6/12)," kata Sekretaris DPRD Trenggalek, Abu Mansur, seperti dikutip dari antara.

Ia menjelaskan, kunker sengaja dilakukan bersamaan pada awal Desember, karena pekan depan ada agenda pembahasan APBD Trenggalek tahun 2014, sehingga kehadiran seluruh anggota sangat diperlukan. "Kalau tidak bersamaan, khawatirnya nanti saat Banggar (Badan Anggaran) melakukan pembahasan APBD, pesertanya tidak memenuhi kuorum," ujarnya.

Ia membantah tudingan bahwa pelaksanaan kunker secara bersamaan merupakan kedok untuk menghabiskan anggaran di akhir tahun, karena agenda itu telah direncanakan jauh hari sebelumnya. "Ini (kunker) berkaitan dengan agenda pembahasan yang ada di masing-masing komisi maupun panitia kerja. Jadi, tidak sekadar bepergian tanpa tujuan," tandasnya.

Dikatakan, dalam kegiatan kunker terebut, Komisi I dan IV ke Tangerang, Komisi III ke Kota Depok, dan Komisi III ke Bekasi.

Beberapa agenda kegiatan kunjungan kerja yang dilakukan komisi I dan IV, menurut keterangan Abu Mansur, antara lain adalah terkait masalah kependudukan, pelaksanaan KTP elektronik, studi banding sekolah sehat, sekolah prestasi, serta kota layak anak di Tangerang.

Masalahnya, keputusan "bedol desa" yang dilakukan 44 anggota DPRD Trenggalek untuk alasan kunjungan kerja selama tiga hari tersebut membuat gedung dewan yang berada di Jalan A Yani Kota Trenggalek itu lengang.

Warga ataupun sejumlah pihak yang berkepentingan untuk menyampaikan aspirasi ke DPRD harus gigit jari karena tidak berhasil menemui wakil rakyat yang dulu dipilihnya. "Plesiran dengan kedok kunjungan kerja sekalipun tidak sepatutnya dilakukan bersamaan. Tugas mereka menampung dan mewakili aspirasi rakyat, melakukan fungsi kontrol terhadap pelaksanaan pembangunan. Kalau semua pergi siapa yang mengawasi di sini," kritik Eko Mento.(ant)

Advertiser