Kamis, 21 November 2013

Pria Trenggalek Ini Selalu Minta Antar Istri Saat Mencuri

Beritatrenggalek.com-Dani Prasetyo (20), warga Desa Karanggandu, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur diringkus kepolisian setempat karena maling motor.  Fakta uniknya dalam aksinya, Ia diduga selalu melibatkan istrinya.

Fakta menarik itu terungkap setelah polisi melakukan interogasi mendalam terhadap Dani, maling yang telah beraksi sedikitnya di 16 lokasi lintas kota (antarkota), di markas kepolisian setempat, Kamis (21/11).

Dalam pemeriksaan, Dani mengaku telah "sukses" menjarah 16 kendaraan bermotor roda dua berbagai merek di sejumlah tempat di Trenggalek, Tulungagung, Kediri dan sekitarnya. Dia mengatakan, setiap kali beraksi selalu diantar oleh istrinya berinisial P. Namun, keterlibatan langsung P sejauh ini masih diselidiki polisi. Perempuan muda itu untuk sementara masih berstatus sebagai saksi dan dikenai wajib lapor seminggu sekali.

"Masih kami dalami, sementara ini polisi belum memiliki bukti kuat yang mengarah pada tersangka," ujar Kasat Reskrim Polres Trenggalek, AKP Supriyanto, seperti diberitakan Antara.

Dani Prasetyo merupakan target operasi tim buru sergap Satuan Reserse dan Kriminal Polres Trenggalek sejak lama, menyusul serangkaian kasus pencurian sepeda motor di sejumlah tempat di daerah tersebut. Hasil investigasi maupun penyelidikan polisi di jaringan pasar gelap kendaraan bermotor mengerucut pada beberapa nama, salah satunya mengarah pada sosok Dani Prasetya.

Sebuah operasi pengintaian dilakukan, lalu penyergapan pun digelar di rumah Dani di Dusun Dayu, Desa Karanggandu, Watulimo. Kendati berhasil, polisi mengatakan Dani sempat mencoba kabur dari sergapan petugas sehingga harus dilumpuhkan dengan timah panas di bagian kaki kanannya.

"Tersangka ini mengaku telah melakukan pencurian sebanyak 16 kendaraan bermotor, enam TKP di antaranya dilakukan di wilayah Trenggalek," katanya.

Polisi mengamankan sedikitnya 13 sepeda motor dari berbagai jenis dan merek sebagai barang bukti, tiga kendaraan hasil curian lainnya masih dalam pencarian.

Supriyanto menjelaskan, dalam menjalankan aksinya, pelaku terlebih dahulu meminta bantuan istrinya untuk mengantarkan ke suatu tempat, selanjutnya Dani berjalan dan mencari mangsa. Saat digiring petugas, Dani mengaku untuk melancarkan aksinya ia hanya berbekal obeng, Alat tersebut digunakan untuk mencopot beberapa bagian motor agar bisa dilarikan.

"Biasanya saya copot konektor di bawah stang itu, makanya saya juga pilih-pilih motor, karena ada yang tidak bisa memakai cara ini," ujarnya.

Semua motor hasil pencurian biasanya dijual secara utuh atau dalam bentuk terurai bagian per bagian ke penadah. Namun soal jaringan penadah motor curian ini, polisi mengaku masih kesulitan membongkarnya.(ant)

Advertiser