Rabu, 13 November 2013

Kepala SD di Tulungagung Intimidasi Seorang Siswa, Gara-gara Disebut "Kuntilanak Berkerudung"

Beritatrenggalek.com - Merasa diolok-olok sebagai Kuntilanak Berkerudung membuat membuat Sri Arwiyani, Kepala Sekolah Dasar Negeri (SD) Kampungdalem 9, Tulungagung, mengintimidasi murid kelas 6 SDN Kampungdalem 7 bernama, sebut saja Koko.

Sri Arwiyani warga Kelurahan Kepatihan, Kecamatan/Kabupaten Tulungagung, memaksa Koko untuk membuat surat pernyataan yang isinya meminta maaf dan diteken semua guru. Koko pun terpaksa menuruti tuntutan itu karena merasa diintimidasi, antara lain tidak akan diluluskan Ujian Nasional, bahkan kalau Sri mau, akan dilaporkan ke polisi.

Meski sudah membuat surat pernyataan, Koko masih takut masuk sekolah sejak pekan lalu hingga Selasa (12/11/2013).

Menurut cerita Koko, masalah sebenarnya adalah ketika dia bercerita tentang hantu di depan teman-teman sekelasnya. Saat itu, kebetulan saja Sri Arwiyani lewat ruang kelasnya. Lantaran baru saja bercerita soal hantu, spontan saja semua berteriak “Kuntilanak Berkerudung”. Pada saat bersamaan, Sri Arwiyani kebetulan sedang berbusana serba putih. Jilbabnya putih, demikian juga baju terusannya karena Sri baru menghadiri manasik haji.

Mendengar kerumunan bocah berteriak “Kuntilanak Berkerudung”, Sri  marah besar. Dia mendatangi anak-anak itu dan bertanya siapa yang berani mengoloknya demikian. Sekumpulan murid itu kemudian terdiam, tak ada yang berani tertawa lagi.

“Saya ditanya tapi diam saja. Waktu akan menjelaskan, saya tiba-tiba ditarik menuju ruang Kepala SDN Kampungdalem 9," kata Koko, seperti dikutip dari tribun.

Ia mengaku dimarahi di ruang kerja Sri. Koko yang pernah juara 3 lomba catur antarsekolah se-Tulungagung itu pun mengaku takut bukan main. Akibat peristiwa itu, Koko mengaku tidak berani masuk sekolah jika tidak diantar orangtuanya.

Sementara itu, Sri saat hendak dikonfirmasi tidak berada di sekolahnya karena izin mengantar orangtuanya ke luar kota. Adapun Kepala SDN Kampungdalem 7, Rubingat, membenarkan informasi perihal ancaman koleganya kepada muridnya itu. Ia menyayangkan tindakan Sri terhadap Koko.

“Sebenarnya kan bisa dipanggil dan diselesaikan baik baik, bukan seperti ini," sesalnya.

Hal serupa disampaikan Andi Suwignyo, guru olahraga Koko. Menurut dia, masalah ini sudah sampai ke Dinas Pendidikan Cabang Kecamatan Tulungagung dan mencoba mempertemukan Sri dengan orangtua Koko, namun Sri rupanya tidak berniat memaafkan Koko.

“Padahal apa mungkin murid berani mengolok guru secara langsung?" kata Andi.

Ia mengaku sudah membujuk orang tua Koko agar tetap masuk sekolah namun hingga Selasa (12/11/2013), ternyata tetap belum mau sekolah.(tn)

Advertiser