Jumat, 08 November 2013

Gaji Karyawan RS Budiasih Trenggalek Masih Dibawah UMK dan Tidak Diikutkan Program Jamsostek

Beritatrenggalek.com - Gubernur Jawa Timur Soekarwo telah menandatangani Pergub nomor 72 tahun 2012 tentang Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) Tahun 2013 hampir setahun yang lalu, tepatnya pada sabtu (24/11/2012). Bahwa UMK Trenggalek sebesar Rp 903.900, akan tetapi Rumah Sakit Budiasih Kabupaten Trenggalek memberi upah karyawanya masih dibawah UMK tersebut, bahkan karyawan rumah sakit Budiasih juga tidak program Jamsostek.

Salah satu karyawan Rumah Sakit Budiasih Kabupaten Trenggalek  yang tidak mau disebut namanya, pada 3/11/2013, mengatakan bahwa gaji pokok karyawan di rumah sakit budiasih tidak sesuai dengan UMK kabupaten Trenggalek.

"Tiap bulanya hanya menerima gaji 300rb, itu aja langsung di transfer kerekening jadi gak diambil secara langsung mas",ujarnya, seperti dikutip dari merdekapos.

Sementara itu, Kabag humas Rumah sakit Budiasih, Basuki saat dikonfirmasi pada 4/11/2013 mengatakan bahwa gaji pokok karyawan sudah sesuai dengan UMK, yaitu sebesar Rp 700.000. Padahal UMK Kabupaten Trenggalek saa ini Rp 903.900,-

"Karyawan Rumah Sakit Budiasih memang bodoh semua kenapa mau digaji dibawah UMK, kalau memang tidak cocok kenapa tidak keluar saja",ucap Basuki dengan nada tinggi.

Karyawan Rumah Sakit Budiasih juga belum diikut sertakan proggram jamsostek karena sampai saat ini masih didaftarkan tiga (3) tahun yang lalu di PT. Jamsostek Kabupaten Blitar. Karena tidak ada kesepakatan antara PT. Jamsostek dengan rumah sakit budiasih akhirnya sampai sekarang belum ada satupun karyawan yang bisa ikut program jamsostek.

"Bila ada karyawan yang sakit ya dirawat di Rumah Sakit Budiasih”,ujar Basuki.

Program Jamsostek (Jaminan Sosial Tenaga Kerja) adalah hak setiap tenaga kerja, baik dalam hubungan kerja maupun tenaga kerja luar hubungan kerja. Oleh karena itu, program Jamsostek tersebut wajib dilakukan oleh setiap perusahaan (pasal 3 ayat [2] jo. pasal 4 ayat (1) dan ayat (2) UU No. 3 Tahun 1992 tentang Jamsostek). Bahkan ditegaskan kembali dalam UU No. 3 Tahun 1992 bahwa pengusaha dan tenaga kerja wajib ikut dalam program Jamsostek (pasal 17).
Persyaratan dan tata cara kepesertaan dalam program Jamsostek diatur lebih lanjut dalam PP No. 14 Tahun 1993 tentang Penyelenggaraan Jamsostek, yang antara lain disebutkan, bahwa pengusaha yang (telah) mempekerjakan sebanyak 10 (sepuluh) orang tenaga kerja, atau membayar upah paling sedikit Rp1 juta sebulan, wajib mengikutsertakan tenaga kerjanya dalam program Jamsostek pada badan penyelenggara, yakni PT Jamsostek (Persero). Demikian ketentuan pasal 2 ayat (3) PP No. 14 Tahun 1992.

Dikonfirmasi terkait pembayaran Jamkesmas yang tersendat sendat, Basuki mengatakan, semua karyawan Rumah sakit Budiasih semua tau kalau sistem pembayarannya berdasarkan klaim dari pusat, dan kami juga tidak ikut membagi terkait pendapatan klaim dari jamkesmas, semua yang mengatur karyawan mulai dari dokter spesialis sampai ke yang lainnya.

Pembayaran tagihan (klaim) pelayanan kesehatan gratis bagi masyarakat miskin di rumah sakit dalam program Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) mulai 1 Juli 2008 dilakukan dengan sistem paket (Indonesia Diagnosis Related Groups/ INA-DRG).

INA-DRG merupakan sistem penetapan tarif yang adil bagi rumah sakit maupun pasien. Penerapan sistem tersebut, juga akan mempermudah pengajuan klaim Jamkesmas dan penghitungan biaya pelayanan kesehatan peserta Jamkesmas di rumah sakit, mendorong terciptanya transparansi pembiayaan pelayanan rumah sakit serta memacu rumah sakit melakukan efisiensi dan meningkatkan mutu pelayanan.

Basuki berharap, kalau ada permasalahan internal jangan sampai keluar tolong dikomunikasikan dulu dengan saya atau direktur agar tidak mengembang dan timbul permasalahan.

Perlu diketahui, saat ini UMK Trenggalek 2014 diusulkan hanya naik Rp66.100 dari semula Rp903.900 per bulan menjadi Rp970.000 per bulan.

Sumber: merdekapos

Advertiser