Jumat, 08 November 2013

Dua Partai Pengusung Mulyadi-Kholiq Kritisi RAPBD Trenggalek 2014

Beritatrenggalek.com - Dua partai pengusung pasangan Bupati Trenggalek Mulyadi-Kholiq yakni PDI Perjuangan (PDIP) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mengkritisi Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) 2014.

Dalam rapat paripurna DPRD Trenggalek dengan agenda pandangan umum, Jumat (8/11), Fraksi PDIP lewat juru bicaranya Guswanto menilai pemerintah daerah kurang maksimal dalam menggali potensi pendapatan asli daerah yang tampak dari masih terbengkalainya sejumlah fasilitas umum, seperti Terminal Durenan maupun subterminal lain di tingkat kecamatan untuk menggali pendapatan.

"Terminal Durenan justru disalahgunakan oleh para remaja untuk balap liar, padahal fasilitas itu adalah salah satu potensi PAD. Kami berharap pemerintah memperhatikan ini," ujarnya, seperti dikutip dari antara.

Selain itu, PDIP juga menyoroti perencanaan pembangunan daerah, karena masih banyak infrastruktur jalan dan jembatan yang mengalami kerusakan.

"Kami berharap dalam pelaksanaan APBD, nantinya pemerintah bisa melaksanakan proses pembangunan infrastruktur lebih awal, sehingga mampu terselesaikan hingga akhir masa anggaran," katanya.

Selain itu, PDIP juga mengkritisi APBD 2013, karena sampai saat ini penyerapan belum maksimal, baik yang bersumber dari dana alokasi khusus (DAK) maupun yang lainnya.

"Pemerintah harus mengejar sisa waktu ini agar terselesaikan. Harapannya bisa selesai sesuai dengan rencana dan tidak menyisakan silpa yang besar," imbunya.

Sementara itu, juru bicara Fraksi PKB, Mukiyarti, melontarkan sejumlah kritik pedas terhadap RAPBD 2014 yang diajukan pihak pemerintaah daerah, baik terkait penganggaran maupun perencanaan.

"Kami mengapresiasi pertumbuhan APBD yang fluktuatif, akan tetapi realisasi pendapatan justru turun dibanding tahun 2013, sehingga menunjukkan bahwa Pemkab Trenggalek dalam menghitung proyeksi APBD tahun depan kurang konsisten," katanya.

Menurutnya, proyeksi pendapatan daerah seharusnya bisa lebih ditingkatkan lagi. Hal itu tercermin dari gambaran kondisi makro ekonomi tahun depan yang cukup prospektif, dimana dalam KUA-PPAS pertumbuhan ekonomi diproyeksikan mampu menembus angka 7 persen atau di atas proyeksi nasional.

Selain itu, laju inflasi diproyeksi sebesar 3,4 persen, sedangkan PDRB meningkat menjadi Rp3,79 triliun, indeks pembangunan manusia (IPM) Trenggalek diprediksi meningkat mencapai 76,57.

"Asumsi lainnya adalah peningkatan gaji pegawai dan meningkatnya dana transfer dari pemerintah pusat, tentunya hal ini akan berpengaruh besar terhadap APBD 2014," ujarnya.(ant)

Advertiser