Rabu, 27 November 2013

Cinta Istri, Seorang Suami di Ponorogo Tunggui Mayat Istri yang Sudah Membusuk

Cinta istri, seorang suami di Ponorogo, Jawa Timur menunggui mayat istrinya yang sudah dalam kondisi membusuk, diduga sudah meninggal 7 hari.

Mayat Siti Mariyam (70), warga Wonoketro RT 01, RW 03, Kecamatan Jetis ditemukan warga setempat dalam kondisi membusuk, Selasa siang (26/11/2013).

Korban pertama kali ditemukan oleh Juned, tetangga korban sekitar puku 10.00 WIB yang mencurigai adanya bau busuk yang bersumber dari rumah korban, setelah ditelusuri ternyata bau tersebut benar berasal dari rumah korban.

"Banyak sekali lalat didepan pintu rumah korban, membuat saya curiga," kata Juned.

Kemudian Juned mengajak Hartono untuk memastikan kecurigaanya terkait adanya bau yang menyengat dari rumah korban tersebut.

Sebenarnya suami korban Parto, (75) pada saat itu sedang berada dirumah, namun karena menderita gangguan jiwa sang suami yang setia dan cinta mati kepada isterinya itu, melarang tetangga masuk dan justru memeluk jasad sang istri kemudian mengipasi tubuh istrinya dengan kipas bambu.

Sontak bau menyengat keluar dari rumah dan mengundang para tetangga berdatangan. Karena sang suami terus berontak dan melarang jenasah sang istri untuk diperlakukan sebagai mana biasa, akhirnya tetangga memanggil perangkat desa. Namun setelah dicoba dibujuk oleh perangkat desa dan tetangganya, akhirnya Parto membolehkan jasad istrinya itu untuk dievakuasi.

Tak lama berselang kemudian petugas identifikasi dari Polres Ponorogo datang dan melakukan olah TKP serta meminta keterangan beberapa saksi termasuk suami korban.

Saat dimintai keterangan, Parto mengungkapkan bahwa dirinya juga sudah mengetahui bahwa istrinya telah meninggal, namun karena rasa cintanya yang besar kepada sang istri, Parto tak ingin berpisah dari jasad istrinya tersebut. Parto mengaku setiap hari, pagi, siang, sore dan malam selalu menunggui istrinya yang tertidur dan tak akan mungkin bangun itu.

Sementara itu, Kepala Dusun Wonoketro, Sugeng Priyono (45) mengatakan jika selama ini keluarga korban dengan tetangganya sangat tertutup. Akan tetapi, setiap warga yang melintas di depan dan samping rumah korban tercium bau busuk menyengat, maka langsung dilaporkan ke pihak desa.

Selain itu, Sugeng mengungkapkan jika selama ini korban menderita diabet sejak serumah dengan suaminya, Parto itu. Sedangkan suami korban, Parlo mengalami depresi karena tekanan ekonomi yang dialami sejak beberapa tahun terakhir ini.

Sementara itu, Kapolsek Jetis, AKP Sumidyan menegaskan jika berdasarkan hasil pemeriksaan jenazah korban diperkirakan sudah tewas sejak 7 hari lalu. Diduga, korban tewas karena serangan kencing manisnya kambuh. Apalagi, suami korban mengalami depresi sudah cukup lama.

"Yang jelas korban meninggal dalam kondisi terlentang. Kami sudah terjunkan petugas ke lokasi untuk olah TKP, memeriksa jenazah korban dan divisum di RSUD dr Harjono, Kabupaten Ponorogo. Kalau tak ada bau busuk, kami yakin kematian korban tak akan bisa diketahui para tetangganya," pungkasnya.(polres ponorogo.

Advertiser