Senin, 18 November 2013

Bencana Longsor Melanda 11 Lokasi di Trenggalek

Bencana tanah longsor melanda 11 lokasi di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur setelah hujan deras yang mengguyur selama dua hari terakhir ini. Satu rumah penduduk rusak berat dan dua pemukiman dalam kondisi kritis.

Kasi Kedaruratan Bencana BPBD Trenggalek, Ahmad Budiharti, Senin (18/11), mengatakan belasan titik longsor tersebut hampir seluruhnya berada di wilayah Kecamatan Bendungan. "Sebanyak 10 titik di Kecamatan Bendungan dan satu kejadian di Desa Prambon Kecamatan Tugu. Dari kejadian tanah longsor ini ada satu rumah di Desa Sengon Kecamatan Bendungan yang rusak dan dua terancam," katanya, seperti dikutip dari antara.

Menurut dia, bencana tersebut menyebabkan satu rumah rusak berat dan dua lainnya terancam longsor. Namun tidak sampai menimbulkan korban jiwa. Sejak, Senin pagi tim BPDB, Taruna Siaga Bencana (Tagana), TNI dan masyarakat sekitar lokasi bencana melakukan upaya pembersihan material longsor.

Dijelaskan, meskipun lokasi kejadian berada di 11 titik, ia mengaku belum berencana menerjunkan alat berat untuk membantu proses pembersihan. BPBD lebih memilih menggunakan cara manual menggunakan cangkul dan alat seadanya serta digelontor dengan air. "Karena sebagian besar menimpa badan jalan, sehingga kami tadi kerahkan beberapa mobil tangki untuk menggelontor air," ujarnya.

Sementara itu, salah satu warga yang rumahnya tertimpa longsor, Jumiatin mengatakan, sebagian rumahnya hancur dan tidak layak untuk ditempati. "Terutama dapur itu sudah habis, untuk sementara ini kami sekeluarga mengungsi ke rumah saudara agar lebih aman," katanya.

Ia mengaku trauma dengan kejadian tanah longsor tersebut, karena peristiwanya berlangsung sangat cepat dan tidak ada tanda-tanda khusus. Selain rumahnya, dua rumah milik tetangganya yaang berada di atas tebung saat ini kondisinya mengkhawatirkan dan juga terancam longsor. Mengingat sebagian tanahnya telah retak-retak.

Salah satu warga yang lainnya, Miseni mengaku memilih untuk mengungsi pada saat malam hari, hal itu dilakukan untuk menghindari bencana longsor susulan. "Karena kalau malam itu, kita semuanya tidak bisa siaga terus menerus, kami khawatir apabila tiba-tiba terjadi longsor kembali, bisa habis semuanya," ujarnya.

Pihaknya berharap pemerintah daerah segera turun tangan untuk membantu. Ia juga meminta agar direlokasi dari lokasi tersebut ke tempat yang lebih aman. "Kami tidak masalah mau direlokasi dimana, asalkan tempatnya aman kami siap, karena keselamatan adalah nomor satu," kata Miseni.(ant)

*foto hanya ilustrasi

Advertiser